Ini Rahasia Jepang Punya 100.000 Lebih Penduduk Berusia 100 Tahun ke Atas
Survei Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang menunjukkan lebih dari 20 persen laki-laki dan perempuan lajang berusia 18-34 tahun tidak berniat menikah. Hampir separuh dari kelompok tersebut bahkan tidak melihat manfaat dari pernikahan.
Kondisi itu ikut memperburuk prospek populasi Jepang. Angka kesuburan total pada 2025 turun ke rekor terendah, yakni 1,14, jauh di bawah angka 2,1 anak per perempuan yang dianggap diperlukan untuk mempertahankan jumlah populasi dalam jangka panjang.
Akibatnya, total populasi Jepang diperkirakan menyusut menjadi sekitar 87 juta jiwa pada 2070.
Pada saat yang sama, penduduk berusia 65 tahun ke atas kini mencapai sekitar 30 persen dari total populasi. Proporsinya diperkirakan meningkat hingga hampir 40 persen pada 2070.
Dengan demikian, keberhasilan Jepang membuat semakin banyak warganya hidup hingga usia 100 tahun datang bersamaan dengan tantangan demografi besar: jumlah lansia terus bertambah, sementara generasi muda dan angka kelahiran terus menyusut.
Editor: Anton Suhartono