Insiden Jatuhnya Bagian Mesin Pesawat Boeing 747 di Belanda Tak Terkait dengan 777 di AS

Anton Suhartono ยท Selasa, 23 Februari 2021 - 07:57:00 WIB
 Insiden Jatuhnya Bagian Mesin Pesawat Boeing 747 di Belanda Tak Terkait dengan 777 di AS
Mesin pesawat Boeing 777-200 United Airlines meledak dan terbakar tak lama setelah lepas landas dari Denver (Foto: Reuters)

AMSTERDAM, iNews.id - Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menilai, insiden jatuhnya komponen mesin pesawat kargo Boeing 747-400 Longtail Aviation di Belanda tak terkait dengan kejadian serupa di Denver, Colorado, Amerika Serikat.

Pesawat kargo mengalami kerusakan mesin dan meledak di udara, disusul dengan jatuhnya beberapa komponen ke darat pada Sabtu pekan lalu. Masih di hari yang sama, pesawat komersial Boeing 777-200 maskapai United Airlines mengalami kejadian serupa, menjatuhkan casing mesin serta komponen lain ke permukiman di pinggiran Denver.

EASA menyatakan, kedua pesawat memang menggunakan tipe mesin yang sama, Pratt & Whitney PW4000, namun kasusnya tidak saling terkait. Berdasarkan hasil analisis sementara, penyebab kerusakan yang dihadapi kedua pesawat berbeda.

Otoritas keselamatan transportasi Belanda masih menyelidiki insiden jatuhnya komponen mesin pesawat Longtail Aviation dengan nomor penerbangan 5504 itu.

Puluhan komponen dalam bentuk bongkahan logam dengan lebar 5 sentimeter dan panjang 25 cm berserakan di Kota Meerssen, menyebabkan kerusakan properti serta melukai seorang perempuan. 

Insiden ini terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Pesawat berhasil mendarat darurat di bandara Liege, Belgia, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Belanda.

Pesawat yang terdaftar di Bermuda itu dalam penerbangan dari Maastricht menuju New York. Longtail Aviation 5504 ditenagai mesin Pratt & Whitney PW4000 seperti pada Boeing 777 United Airlines, namun versinya lebih kecil.

Setelah insiden itu, Boeing merekomendasikan maskapai internasional untuk menangguhkan penggunaan pesawat 777 yang menggunakan mesin Pratt & Whitney 4000-112. Saat ini varian mesin itu digunakan lima maskapai, di antaranya di AS, Jepang, dan Korea Selatan.

Regulator AS mengumumkan pemeriksaan ekstra sementara Jepang menangguhkan penggunaan Boeing 777 sambil mempertimbangkan tindakan lebih lanjut.

Editor : Anton Suhartono