Investigasi Bocorkan Strategi Israel Putar Balikkan Fakta Kelaparan Gaza
Tidak berhenti di sana, iklan-iklan berbayar juga digunakan untuk menyerang para pengkritik Israel. Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) dilabeli sebagai “kedok Hamas”, sementara Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk Palestina, dituduh antisemit dalam kampanye digital di Eropa.
Data dari Pusat Transparansi Iklan Google menyebut Lapam, biro iklan pemerintah Israel, telah mensponsori lebih dari 4.000 iklan sejak awal 2025, dengan setengahnya ditujukan ke audiens internasional. Video iklan berbahasa multibahasa yang diluncurkan Agustus lalu bahkan mencapai lebih dari 30 juta tayangan di YouTube, angka yang sebagian besar diperoleh dari promosi berbayar.
Temuan ini menegaskan bahwa perang di Gaza kini meluas ke ranah digital. Israel tidak hanya mengandalkan operasi militer di lapangan, tetapi juga perang narasi global untuk menutupi tuduhan pelanggaran kemanusiaan.
Editor: Anton Suhartono