Iran Bantah Serang Bandara Kuwait: Rudal Patriot AS yang Error, Hantam Terminal Penumpang
TEHERAN, iNews.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah tuduhan menyerang Bandara Internasional Kuwait pada Rabu (3/6/2026). Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Kuwait dan Bahrain, menargetkan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS).
Serangan itu dilancarkan sebagai pembalasan atas gempuran militer AS ke Pulau Qeshm di Selat Hormuz.
Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi mengatakan, kerusakan pada terminal penumpang Bandara Internasional Kuwait disebabkan rudal sistem pertahanan Patriot buatan AS yang error.
Mohebbi memastikan, hasil penyelidikan internal, Divisi Dirgantara IRGC tidak menargetkan bandara Kuwait.
Negaranya Dihujani Rudal dan Drone, Kuwait Usir 2 Diplomat Iran
“Penyelidikan kami mengenai dampak pada terminal penumpang Kuwait menunjukkan, Angkatan Udara IRGC tidak menembak target ini,” ujarnya, seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, dikutip Kamis (4/6/2026).
Dia menambahkan, rudal Patriot AS jatuh menimpa terminal tersebut setelah gagal mencegat rudal Iran.
Iran Serang Bandara Internasional Kuwait Sebabkan Korban, Penerbangan Dihentikan
Sebelumnya IRGC mengumumkan serangan terhadap pangkalan AS di Kuwait serta markas besar Armada Kelima AS di Bahrain. Serangan itu sebagai pembalasan atas gempuran AS terhadap menara komunikasi di Pulau Qeshm.
Sementara itu, Komando Pusat AS (Centcom) membantah tuduhan Iran bahwa kerusakan pada bandara disebabkan oleh rudal Patriot.
AS-Iran Saling Gempur Lagi, Pemicunya Kapal Tanker Diserang
"Sama sekali tidak benar," bunyi pernyataan Centcom, di media sosial X.
Sebaliknya, Centcom menuduh Iran menyerang bandara sipil menggunakan drone secara sengaja dan terencana.
Serangan pembalasan Iran ke Kuwait disebut menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya. Sebagian besar korban adalah orang yang berada di bandara.
Editor: Anton Suhartono