Iran Potong Jari Pria karena Kasus Pencurian, Amnesty: Penyiksaan Menjijikkan

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 15:16 WIB
Iran Potong Jari Pria karena Kasus Pencurian, Amnesty: Penyiksaan Menjijikkan

Ilustrasi penjara Iran. (FOTO: Atta Kenare/AFP)

TEHERAN, iNews.id - Lembaga Amnesty International mengecam pihak berwenang Iran karena memotong jari seorang pria yang dihukum karena kasus pencurian.

Kelompok hak asasi itu menyatakan amputasi yang dilakukan di sebuah penjara Provinsi Mazandaran di wilayah utara negara itu, merupakan bentuk penyiksaan yang menjijikkan.

Pejabat Iran mengatakan pria itu dinyatakan bersalah atas 28 perkara kasus pencurian.

Hukum pidana Islam di Iran menyebut, pencurian pada kesempatan pertama dapat dihukum dengan melakukan amputasi atas empat jari tangan kanan.

BACA JUGA: Amnesty Tuding Polisi Hong Kong Gunakan Kekerasan dan Siksa Demonstran

Otoritas Iran membela tindakan amputasi itu sebagai cara terbaik mencegah pencurian, walaupun diprotes berbagai organisasi hak asasi manusia internasional.

Namun demikian, sejumlah laporan menyebutkan praktik hukuman potong jari tangan seperti itu jarang terjadi.

"Melukai dan mutilasi atas individu yang direncanakan sebelumnya bukanlah keadilan," kata Saleh Higazi, wakil pimpinan Amnesty International runtuk Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti dilaporkan BBC, Selasa (29/10/2019).

BACA JUGA: Amnesty: Hukum Rajam Sampai Mati bagi LGBT di Brunei Mengerikan 

"Ini adalah serangan mengerikan terhadap martabat manusia. Reformasi atas hukum pidana Iran yang akan mengakhiri praktik berlebihan seperti ini sudah lama ditunggu."

Kantor berita Kementerian Kehakiman Iran, Mizan, menyebutkan hukuman ini digelar pada Rabu lalu di ibu kota Provinsi Mazandaran, Sari. Pria yang dihukum potong jari tangan tidak disebutkan namanya.

Sistem hukum yang diterapkan di Republik Islam Iran didasarkan pada tafsir yang ketat atas hukum Syariah.

BACA JUGA: Mesir Tahan Pembangkang Tanpa Batas Waktu, Amnesty: Sistem Peradilan Sudah Busuk

Pada Januari 2018 lalu, pihak berwenang di wilayah timur laut Iran mengamputasi tangan seorang pria berusia 34 tahun yang dihukum karena mencuri domba.

Hukuman serupa juga dipraktikkan di Arab Saudi, Nigeria, dan Somalia.

Pemerintah Iran secara luas dikritik oleh sejumlah kelompok hak asasi manusia pada tahun lalu karena mencambuk seorang pria yang dihukum karena mengonsumsi alkohol saat masih remaja lebih dari 10 tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Amnesty International Desak Malaysia Cabut Aturan Hukuman Mati

Pada Februari tahun ini, AS dan kelompok-kelompok hak asasi manusia menyatakan kemarahan setelah Iran mengeksekusi dua remaja pria karena dituduh melakukan pemerkosaan.

Menurut Amnesty International, Iran mengeksekusi hampir 100 orang remaja sejak 1990 -jumlah tertinggi di antara negara di mana pun.


Editor : Nathania Riris Michico