Iran Sita Kapal Selam Tanpa Awak AS di Selat Hormuz
“Kapal selam tanpa awak itu sedang melakukan survei perairan regional untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung. Itu adalah model lama yang tidak mengumpulkan data sensitif maupun membawa peralatan sonar atau radar rahasia,” kata juru bicara.
Anduril juga mengonfirmasi hilangnya salah satu drone kapal selam.
“Dive-LD adalah sistem otonom yang dapat dikorbankan, artinya dirancang sejak awal untuk beroperasi di lingkungan berbahaya di mana hilangnya armada merupakan kemungkinan yang sudah diantisipasi,” kata seorang juru bicara perusahaan.
Dive-LD dapat beroperasi hingga 10 hari tanpa kembali ke pangkalan dan dirancang untuk menyelam hingga kedalaman 6.000 meter. Harganya sekitar 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp44 miliar per unit.
Militer AS menggelontorkan dana besar untuk menciptakan sistem armada laut tanpa awak, termasuk kapal selam dan kapal permukaan. Mereka mencari cara yang lebih murah untuk memantau area laut yang luas, mengumpulkan data intelijen, serta melacak kapal permukaan dan kapal selam musuh.
Editor: Anton Suhartono