Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz, Tuding AS Langgar Gencatan Senjata
Advertisement . Scroll to see content

Iran Sudah Kenyang Dikhianati AS, Tak Mudah Percaya Lagi

Kamis, 23 April 2026 - 06:55:00 WIB
Iran Sudah Kenyang Dikhianati AS, Tak Mudah Percaya Lagi
Masoud Pezeshkian menegaskan Iran berkali-kali dikhianati oleh Amerika Serikat dan tidak akan lagi mudah percaya lagi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Selasa (22/4/2026l memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dengan harapan membuka peluang perundingan damai putaran kedua.

Dia bahkan sempat mengklaim telah mengirim delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi. Delegasi itu juga disebut melibatkan utusan khusus Steve Witkoff serta penasihat Jared Kushner. Meski demikian kebrrangkatan mereka ditunda.

Trump menyatakan perundingan harus dilanjutkan demi mengakhiri konflik. 

"Saya berasumsi pada titik ini tidak ada yang main-main,” ujarnya.

Namun, klaim tersebut justru memicu kebingungan. Sejumlah laporan media menyebutkan JD Vance belum benar-benar berangkat, bahkan masih berada di AS. Dalam pernyataan berbeda, Trump juga dikabarkan mengatakan Vance tidak jadi ke Pakistan dengan alasan keamanan.

Sikap AS yang dinilai tidak konsisten ini semakin memperkuat kecurigaan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak akan menghadiri perundingan selama blokade maritim masih berlangsung.

Dalam komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Araghchi menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran gencatan senjata, termasuk penyitaan kapal kargo dan pembatasan jalur pelayaran.

Meski demikian, Iran menegaskan tetap berkomitmen menjaga kelancaran lalu lintas energi global. Teheran menyatakan siap memastikan kapal tanker dan kargo, termasuk milik Rusia, dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut