Iran Sudah Kenyang Dikhianati AS, Tak Mudah Percaya Lagi
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Selasa (22/4/2026l memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dengan harapan membuka peluang perundingan damai putaran kedua.
Bergerak Misterius, 2 Kapal Tanker Iran Bawa 4 Juta Barel Minyak Kelabui Kapal Perang AS
Dia bahkan sempat mengklaim telah mengirim delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi. Delegasi itu juga disebut melibatkan utusan khusus Steve Witkoff serta penasihat Jared Kushner. Meski demikian kebrrangkatan mereka ditunda.
Trump menyatakan perundingan harus dilanjutkan demi mengakhiri konflik.
Nah, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Punya Banyak Amunisi untuk Perang Panjang
"Saya berasumsi pada titik ini tidak ada yang main-main,” ujarnya.
Namun, klaim tersebut justru memicu kebingungan. Sejumlah laporan media menyebutkan JD Vance belum benar-benar berangkat, bahkan masih berada di AS. Dalam pernyataan berbeda, Trump juga dikabarkan mengatakan Vance tidak jadi ke Pakistan dengan alasan keamanan.
Sikap AS yang dinilai tidak konsisten ini semakin memperkuat kecurigaan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak akan menghadiri perundingan selama blokade maritim masih berlangsung.
Dalam komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Araghchi menyebut tindakan AS sebagai pelanggaran gencatan senjata, termasuk penyitaan kapal kargo dan pembatasan jalur pelayaran.
Meski demikian, Iran menegaskan tetap berkomitmen menjaga kelancaran lalu lintas energi global. Teheran menyatakan siap memastikan kapal tanker dan kargo, termasuk milik Rusia, dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan.
Editor: Anton Suhartono