Israel 194 Kali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Warga dan Bongkar Bangunan
Selain itu militer Israel belum mengizinkan masuknya konvoi bantuan secara penuh dan membuka kembali pintu perbatasan Rafah dengan Mesir untuk mengevakuasi pasien gawat darurat ke luar negeri.
Israel memegang kendali penuh perbatasan Rafah sejak Mei 2024 setelah menghancurkan dan membakar bangunan-bangunan di wilayah itu serta melarang warga Palestina melewatinya.
Thawabteh menuduh Israel sengaja memperburuk krisis kemanusiaan dengan memblokir lebih dari 6.000 truk di Rafah, wilayah Mesir.
Menurut kantor media, sejak 10 Oktober hingga akhir bulan, hanya 3.203 truk yang memasuki Gaza dari 13.200 truk yang seharusnya berdasarkan kesepakatan.
Kantor Media Gaza juga mengungkap, protokol gencatan senjata mencakup ketentuan yang mengizinkan ratusan alat berat masuk untuk mengevakuasi jenazah dari reruntuhan bangunan. Protokol tersebut juga menyerukan masuknya lebih dari 300.000 tenda dan rumah mobil untuk menampung keluarga-keluarga pengungsi. Namun, Israel belum mematuhinya, sehingga 288.000 keluarga Palestina terpaksa tinggal di jalanan dan area publik.