Israel akan Gandakan Populasi dan Perluas Permukiman di Golan setelah Assad Tumbang
"Kami akan menentukan kebijakan Israel terkait Suriah berdasarkan kenyataan di lapangan," kata Netanyahu.
Namun, mantan perdana menteri Israel Ehud Olmert mengatakan, dia tidak melihat ada alasan apa pun bagi negara itu untuk memperluas wilayah ke Dataran Tinggi Golan. Menurutnya, Israel saat ini punya cukup banyak masalah untuk diatasi.
"Perdana menteri (Netanyahu) mengatakan kami tidak tertarik memperluas konfrontasi dengan Suriah dan kami berharap tidak perlu berperang melawan pemberontak baru yang saat ini menguasai Suriah. Jadi mengapa kami melakukan hal yang sebaliknya?" katanya kepada program Newshour dari BBC World Service.
Netanyahu mengumumkan rencana itu sehari setelah pemimpin de facto Suriah Ahmed Husein al-Sharaa mengkritik Israel atas serangan udara yang terus dilakukannya terhadap target militer di negara itu. Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di Inggris mencatat lebih dari 450 serangan udara Israel di Suriah sejak 8 Desember, termasuk 75 serangan pada Sabtu malam.
Menurut Al-Sharaa yang juga dikenal sebagai Abu Mohammed al-Julani, serangan itu melewati batas dan berisiko meningkatkan ketegangan di kawasan itu meskipun Suriah tidak ingin berkonflik dengan negara tetangga mana pun.