Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Tutup Masjid Al Aqsa Hampir 2 Minggu, Ini Peringatan Keras Hamas
Advertisement . Scroll to see content

Israel Bersiap Hancurkan Rumah di Pinggiran Yerusalem, Picu Ketakutan Palestina

Senin, 22 Juli 2019 - 11:36:00 WIB
Israel Bersiap Hancurkan Rumah di Pinggiran Yerusalem, Picu Ketakutan Palestina
Rumah warga Palestina yang akan digusur oleh Israel di Sur Baher. (FOTO: REUTERS/Ammar Awad)
Advertisement . Scroll to see content

SUR BAHER, iNews.id - Pasukan Israel memulai persiapan untuk menghancurkan rumah-rumah di dekat penghalang militer di pinggiran Yerusalem, Senin (22/7/2019).

Buldoser dan ratusan tentara serta polisi Israel menuju ke Sur Baher, desa Palestina di tepi wilayah Yerusalem Timur yang diduduki Israel dalam Perang Timur Tengah 1967.

Palestina khawatir bahwa penghancuran bangunan desa di dekat pagar itu akan menjadi preseden untuk menghancurkan kota-kota lain di sepanjang rute penghalang. Tembok penghalang membentang ratusan kilometer di sekitar dan melewati Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pembongkaran ini merupakan fase terakhir dari perselisihan berlarut-larut tentang masa depan Yerusalem, rumah bagi lebih dari 500.000 warga Israel dan 300.000 warga Palestina; serta situs-situs yang suci bagi agama Yahudi, Islam, dan Kristen.

Mahkamah Agung Israel memutuskan pada Juni bahwa bangunan di sana melanggar larangan konstruksi. Batas waktu bagi warga untuk pindah berakhir pada Jumat (19/7/2019).

Namun, beberapa warga mengaku kehilangan tempat tinggal. Para pemilik mengatakan mereka memperoleh izin untuk membangun rumah dari Otoritas Palestina, yang menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pasukan Israel memotong pagar kawat di dekat desa pada Senin pagi, sehingga memungkinkan mengakses lebih mudah ke gedung-gedung di sana.

Lampu-lampu sorot menyinari sebuah bangunan bertingkat, saat puluhan kendaraan yang mengangkut polisi dan tentara masuk ke wilayah itu.

Para polisi dan tentara di sana difoto serta direkam oleh para aktivis dari Palestina, Israel, dan internasional yang diminta untuk mencoba dan menghentikan pembongkaran.

"Sejak pukul 02.00, mereka telah mengevakuasi orang-orang dari rumah mereka dengan paksa dan mereka mulai menanam bahan peledak di rumah-rumah yang ingin mereka hancurkan. Ada ratusan tentara di sini," kata Hamada Hamada, seorang pemimpin masyarakat di salah satu daerah yang terancam, kepada Reuters.

Desa Sur Baher yang luas membentang di antara Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Letak geografisnya rumit karena campur tangan politik, di mana sebagian kota itu terletak di luar batas Kota Yerusalem Timur yang diduduki Israel, namun di sisi penghalang Israel, dia menjadi bagian Tepi Barat.

Para pejabat Palestina mengatakan bangunan yang terancam itu terletak di dalam wilayah yang mereka kontrol. Organisasi Pembebasan Palestina menuduh pengadilan Israel ingin menetapkan preseden yang memungkinkan pasukan mereka menghancurkan banyak bangunan Palestina yang terletak dekat penghalang.

Jamie McGoldrick, koordinator kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan pejabat Amerika Serikat (AS) lainnya meminta pemerintah Israel pekan lalu untuk menghentikan rencana pembongkaran.

Uni juga Eropa mengeluarkan pernyataan yang menyebut: "Kelanjutan dari kebijakan ini merusak kelangsungan solusi dua negara dan prospek untuk perdamaian abadi."

Namun, 3 hakim Mahkamah Agung Israel memutuskan dengan suara bulat untuk mendukung pembongkaran.

Di beberapa daerah di Yerusalem dan Tepi Barat, tembok pembatas terdiri dari tembok beton yang tinggi. Namun di Sur Baher, tembok itu terdiri dari dua pagar kawat yang dipisahkan oleh jalan patroli militer dan dilindungi oleh menara pengawal dan sensor elektronik.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut