Israel Bom RS Baptis di Gaza Tewaskan 471 Orang, Uskup Gereja Anglikan: Pembantaian!
GAZA, iNews.id - Serangan brutal Israel ke Rumah Sakit Baptis Al Ahli di Jalur Gaza pada Selasa lalu menewaskan sedikitnya 471 orang. Uskup Agung Anglikan Hosam Naoum mengecam keras serangan itu.
Gereja Anglikan yang mengelola rumah sakit tersebut sudah mendapat pemberitahuan dari Israel bahwa bangunan itu akan diserang. Pihak gereja yang berbasis di Yerusalem menyatakan, ada tiga kali pemberitahuan dari Israel untuk mengevakuasi orang-orang dari rumah sakit.
Anehnya, Israel membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut meski memberi pemberitahuan sebelumnya. Selain itu ada bukti forensik yang mengungkap serangan brutal pasukan Zionis tersebut.
“Kami mendapat tiga perintah evakuasi dari rumah sakit, pada Sabtu, Minggu, dan Senin. Rumah sakit itu dibom pada hari Selasa,” kata Naoum, dikutip dari Anadolu, Kamis (19/10/2023).
Dia menambahkan, peringatan itu disampaikan melalui telepon.
Naoum menyebut serangan terhadap rumah sakit Anglikan merupakan kejahatan dan pembantaian.
“Kami sebagai pemimpin gereja selalu mewaspadai kekerasan akibat konflik Timur Tengah antara Israel dan Palestina saat ini,” ujarnya.
Dia yakin Israel bertanggung jawab, meski ada bantahan. Bukti-bukti yang ada serta tayangan di televisi membuktikan keterlibatan itu.
“Yang kami tahu setidaknya ada banyak bangunan, rumah, dan tempat yang dibom dalam serangan Israel. Ini adalah fakta di lapangan,” tuturnya.
Bangunan itu dikenal sebagai RS Baptis karena alasan sejarah, namun berada di bawah Gereja Anglikan atau Gereja Inggris sejak awal 1980-an.
Serangan Israel ke Jalur Gaza maupun Tepi Barat sudah menewaskan setidaknya 3.547 orang sejak 7 Oktober. Sebanyak 3.478 di antaranya berada di Gaza.
Editor: Anton Suhartono