Israel Diduga Berusaha Tutupi Kasus Polisi Zionis Bunuh Pemuda Autis Palestina

Antara ยท Minggu, 14 Juni 2020 - 13:44:00 WIB
Israel Diduga Berusaha Tutupi Kasus Polisi Zionis Bunuh Pemuda Autis Palestina
Seorang ibu Palestina, Rana el-Hallak, menunjukkan foto anaknya yang berkebutuhan khusus (pengidap autisme) yang ditembak mati polisi Israel (Foto: AFP)

YERUSALEM, iNews.id – Ibu di Palestina menuding polisi Israel berusaha menutup-nutupi pembunuhan anaknya, seorang pemuda yang berkebutuhan khusus. Perempuan itu pun bersumpah akan menuntut penyelesaian kasus tersebut hingga tuntas.

Iyad el-Hallak, ditembak mati oleh polisi Israel di Yerusalem pada 30 Mei lalu. Polisi zionis berdalih, mereka menembak pemuda autis lantaran mencurigainya membawa senjata. Setelah Iyad ditembak mati, polisi mendapati pria berusia 32 tahun itu ternyata tidak dilengkapi dengan senjata apa pun.

“Tak ada perkembangan dalam penyelidikan sehubungan dengan kematian putra saya,” kata Rana el-Hallak, ibu korban, kepada surat kabar Yedioth Aharonoth, Sabtu (13/6/2020), seperti dikutip kembali Anadolu.

“Kami tidak akan diam meski polisi dan pemerintah berupaya menyembunyikan (pembunuhan),” ujarnya.

Rana pun mendesak agar polisi yang telah menewaskan putranya segera diadili. “Mereka (para polisi itu) seharusnya berada di penjara seumur hidup,” tuturnya sembari mengkritik langkah penguasa Israel yang terkesan berusaha menekan protes yang menuntut keadilan terhadap pembunuh el-Hallak.

Sebelumnya, polisi Israel menembak mati seorang warga Palestina berkebutuhan khusus di Kota Tua, Yerusalem, Sabtu (30/5/2020). Petugas mengaku salah menduga korban membawa pistol, namun ternyata tidak. Korban meninggal di lokasi.

“Unit kepolisian yang berpatroli mendapati pria itu membawa benda mencurigakan, seperti pistol. Mereka memintanya untuk berhenti lalu mulai mengejar. Saat pengejaran, petugas menembaki tersangka,” demikian pernyataan kepolisian Israel, dikutip AFP.

Diakui kepolisian Israel, saat diperiksa korban ternyata tak memegang pistol.

Editor : Ahmad Islamy Jamil