Israel Larang Masuk Antonio Guterres terkait Respons Serangan Iran, Begini Komentar PBB
TEL AVIV, iNews.id - Israel melarang masuk Sekjen PBB Antonio Guterres karena kecewa atas responsnya soal serangan rudal Iran. Negara Yahudi itu menetapkan Guterres persona non grata atau orang yang tak diinginkan kehadirannya.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric merespons keputusan Israel itu bermuatan politis. Menurut Dujarric, ini merupakan serangan terbaru Israel terhadap PBB setelah sebelumnya melarang masuk para staf organisasi perdamaian dunia itu untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM terkait serangannya ke Jalur Gaza.
Dia menambahkan, PBB tidak mengakui konsep persona non grata terhadap semua stafnya.
Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, pada Rabu mengumumkan larangan masuk bagi Guterres. Alasannya Israel kecewa karena tidak dengan tegas mengutuk serangan rudal Iran.
"Siapa pun yang tidak dapat dengan tegas mengutuk serangan keji Iran terhadap Israel, seperti yang telah dilakukan hampir semua negara di dunia, tidak pantas menginjakkan kaki di tanah Israel. Israel akan terus membela warganya dan menjunjung tinggi martabat bangsanya, dengan atau tanpa Antonio Guterres," kata Katz.
Guterres mengeluarkan pernyataan singkat setelah serangan rudal Iran pada Selasa. Dia mengutuk meluasnya konflik di Timur Tengah, melalui eskalasi demi eskalasi.