Jadi Target Pembunuhan, Trump Bersumpah Musnahkan Iran
Sebelumnya, Trump mengatakan dirinya menjadi target Iran sebagai bentuk balas dendam atas operasi militer AS yang menewaskan komandan pasukan elite Quds, Qasem Soleimani, pada 2020.
Dalam wawancara dengan The New York Post, Trump mengungkapkan telah menginstruksikan militer AS untuk melancarkan serangan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya apabila Iran berhasil melaksanakan rencana pembunuhan terhadap dirinya.
“Saya sudah lama masuk dalam daftar target mereka,” ujar Trump, seraya menambahkan para pejabat telah diperintahkan untuk mengebom Iran pada level yang belum pernah dialami negara tersebut sebelumnya.
Meski melontarkan ancaman keras, Trump mengaku berharap skenario tersebut tidak pernah terjadi.
Sebelumnya, di sela-sela KTT NATO di Turki, Trump juga menyatakan kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir. Dia menuduh Teheran melanggar komitmen dalam MoU Islamabad yang menjadi dasar penghentian sementara konflik.