Jaksa Agung AS: Trump Punya Wewenang soal Pembunuhan Qasem Soleimani

Anton Suhartono ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 08:30 WIB
Jaksa Agung AS: Trump Punya Wewenang soal Pembunuhan Qasem Soleimani

Mobil yang digunakan Qasem Soleimani hancur dihantam roket dari drone AS (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) William Barr membela keputusan Presiden Donald Trump soal serangan drone yang menewaskan komandan pasukan elite Quds, Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani.

Menurut dia, Gedung Putih sudah berkonsultasi dengan kejaksaan sebelum serangan terhadap Soleimani dilandarkan, yakni di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.

Baca Juga: Jenderal Iran Pengganti Soleimani Bersumpah Usir Pasukan AS dari Timur Tengah

Menurut Barr, Soleimani merupakan target militer yang legal dan serangan itu merupakan aksi mempertahankan diri yang sah.

"Departemen Kehakiman sudah diajak berkonsultasi dan sejujurnya saya tidak menganggap itu sebagai keadaan berbahaya," kata Barr, dikutip dari Reuters, Selasa (14/1/2020).

"Saya pikir Presiden jelas memiliki wewenang untuk bertindak seperti yang dia lakukan, mengacu pada berbagai alasan. Kami dalam kondisi di mana Iran telah mulai meningkatkan serangkaian tindak kekerasan terhadap sekutu kami, rakyat Amerika, dan pasukan, dengan tujuan untuk mengusir kami dari Timur Tengah," tuturnya, menambahkan.

Sejak serangan yang menewaskan Soleimani, para kritikus mempertanyakan alasan Trump bahwa Soleimani sudah merencanakan akan menyerang AS.

Baca Juga: Iran Akan Balas Kematian Jenderal Soleimani, AS: Keputusan yang Sangat Buruk

Hal lain yang dipertanyakan adalah pemilihan waktu serangan, koordinasi sebelum memutuskan untuk menyerang, maupun keputusannya untuk tidak memberi tahu Kongres. Padahal Kongres merupakan kekuatan tertinggi untuk menentukan apakah AS akan berperang atau tidak.

Sebelumnya, Trump mengenyampingkan kekhawatiran soal koordinasi di dalam negeri. Dalam cuitan, dia mengatakan bahwa memberi tahu Kongres bukan hal penting karena ancaman sudah di depan mata.


Editor : Anton Suhartono