Jenderal Iran Pengganti Soleimani Bersumpah Usir Pasukan AS dari Timur Tengah

Anton Suhartono ยท Senin, 06 Januari 2020 - 13:01 WIB
Jenderal Iran Pengganti Soleimani Bersumpah Usir Pasukan AS dari Timur Tengah

Esmail Qaani (Foto: AFP)

TEHERAN, iNews.id - Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Jumat lalu menunjuk Esmail Qaani menggantikan Qasem Soleimani sebagai komandan pasukan elite Quds, Garda Nasional Iran.

Quds merupakan sayap militer Pasukan Garda Revolusi Iran yang berperan menjalankan misi di luar negeri.

Setelah ditunjuk, Qaani langsung membuat pernyataan mengejutkan yakni dia ingin mengusir semua pasukan Amerika Serikat (AS) dari kawasan atau Timur Tengah.

"Kami berjanji untuk melanjutkan langkah Soleimani dengan kekuatan yang sama. Satu-satunya kompensasi bagi kami adalah mengusir AS dari kawasan," kata Qaani, dalam wawancara dengan stasiun radio pemerintah, sebagaimana dilaporkan kembali Reuters, Senin (6/1/2020).

Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Jumat pekan lalu. Di hari yang sama, Brigadir Jenderal Esmail Qaani ditunjuk Khamenei untuk menduduki posisi yang ditinggalkan Soleimani. Qaani sebelumnya menjadi orang nomor 2 di pasukan elite Quds.

Khamenei menggambarkan Qaani sebagai salah satu komandan Pasukan Garda Revolusi Iran paling berjasa saat perang Iran-Irak pada 1980 sampai 1988.

"Tugas bagi pasukan (Quds) tetap sama seperti saat kepemimpinan Soleimani," kata Khamenei, dalam keterangan di situs web rsminya.

Sementara itu AS menambah kekuatannya di Timur Tengah sejak beberapa bulan terakhir. Penambahan kekuatan personel dan armada tempur ini dilakukan setelah serangan rudal dan drone terhadap dua fasilitas minyak Aramco, Arab Saudi, pada September.

Pemberontak Houthi dari Yaman yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menyebabkan pasokan minyak dunia berkurang 5 persen itu. Namun Saudi dan AS yakin serangan dilakukan oleh Iran, berdasarkan data satelit serta persenjataan yang ditemukan di lokasi.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir tahun 2015 pada Mei 2018. Langkah itu disusul dengan pemberian sanksi ekonomi terbaru AS terhadap Iran yang memuku perekonomian negara itu.


Editor : Anton Suhartono