Jepang Curiga dengan Kondisi Kesehatan Kim Jong Un

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 22:00 WIB
Jepang Curiga dengan Kondisi Kesehatan Kim Jong Un

Menteri Pertahanan Jepang, Taro Kono. (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.idKim Jong Un kembali menghilang dari pandangan publik. Jepang pun mengaku memiliki sejumlah kecurigaan terkait dengan kesehatan pemimpin Korea Utara itu. Apalagi, beberapa bulan belakangan memang beredar berbagai spekulasi yang simpang siur tentang kondisi jasmani sang diktator.

Menteri Pertahanan Jepang, Taro Kono, mengungkapkan kekhawatirannya akan kesehatan Kim Jong Un dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (25/6/2020), atau bertepatan dengan peringatan ke-70 tahun dimulainya Perang Korea. Kim sempat menghilang selama hampir tiga pekan pada April lalu. Ada beberapa laporan bahwa tokoh komunis itu telah meninggal atau sakit parah setelah operasi jantung.

Pada 1 Mei, Kim Jong Un akhirnya digambarkan muncul dalam acara peresmian sebuah pabrik pupuk baru di negaranya. Akan tetapi, mulai sejak itu, dia kembali menghilang dari pantauan publik.

“Kami memiliki beberapa kecurigaan tentang kesehatannya (Kim Jong-un),” kata Kono seperti dilaporkan The Sun dan dikutip kembali Daily Mail, Jumat (26/6/2020).

Dia mengatakan, ada “gerakan sangat aneh” di Korea Utara lantaran Kim berusaha agar tidak terinfeksi virus corona (Covid-19). Menurut Kono, virus itu sebenarnya telah menyebar ke seluruh negeri Korea Utara.

Namun, para elite politik di Pyongyang dengan tegas mengklaim sampai sejauh ini tidak satu pun kasus infeksi virus corona yang terdeteksi di negara itu. Para ahli asing sangat meragukan klaim Korut itu.

Kono pun enggan menjelaskan lebih lanjut apa yang membuatnya curiga akan kesehatan Kim. “Saya tidak diizinkan untuk membahas masalah intelijen (ke publik),” ujarnya. Dia menambahkan, AS, Jepang dan negara-negara lain telah berbagi informasi intelijen tentang kondisi Kim Jong Un.

Di tengah ketidakpastian tentang kesehatan Kim, diktator Korea Utara itu diduga menggunakan orang lain sebagai penggantinya untuk tampil di hadapan publik pertamanya pada Mei lalu, setelah sebagian orang berspekulasi bahwa dia telah meninggal.

Kehadiran Kim Jong Un difoto pada upacara pemotongan pita di sebuah pabrik pupuk di pinggiran Pyongyang pada awal Mei. Itu adalah penampilan pertamanya sejak menghilang pada 11 April.

Pada 15 April, Kim secara tidak sengaja melewatkan perayaan Hari Matahari untuk mengenang jasa kakeknya, Kim Il Sung, selaku pendiri Korea Utara, dan ayahnya, Kim Jong Il. Ketidakhadirannya itu belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga memicu gelombang spekulasi tentang kesehatannya, terutama berkaitan dengan pandemi virus corona.

Kim dikenal karena pola makannya yang tidak sehat, serta kegemarannya akan minuman anggur vintage dan kebiasaan merokoknya. Semua itu adalah faktor yang membuatnya lebih rentan terhadap penyakit.

Editor : Ahmad Islamy Jamil