Jepang Hukum Gantung 2 Orang Pembunuh, Eksekusi Mati Pertama di 2019

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 02 Agustus 2019 - 12:43 WIB
Jepang Hukum Gantung 2 Orang Pembunuh, Eksekusi Mati Pertama di 2019

Ilustrasi hukuman gantung.

TOKYO, iNews.id - Jepang menghukum gantung dua pria yang dihukum karena pembunuhan. Ini menjadi eksekusi pertama di tahun ini, setelah 15 terpidana mati dieksekusi pada 2018.

Dengan lebih dari 100 narapidana yang dijatuhi hukuman mati, Jepang menjadi salah satu dari sedikit negara maju yang mempertahankan hukuman mati. Namun, dukungan publik atas hukuman mati tetap tinggi meski memicu kritik internasional, termasuk dari kelompok-kelompok hak asasi.

"Saya memerintahkan eksekusi setelah pertimbangan yang sangat hati-hati," kata Menteri Kehakiman Takashi Yamashita, seperti dilaporkan AFP, Jumat (2/8/2019).

Dua pria yang dieksekusi adalah Koichi Shoji (64) dan Yasunori Suzuki yang berusia 50 tahun.

Shoji dihukum karena membunuh dua perempuan dan mencuri uang tunai pada 2001 di dekat Tokyo, sementara Suzuki dihukum karena membunuh tiga perempuan di jalan-jalan di selatan Jepang serta mencuri uang tunai pada 2004.

"Ini adalah kasus yang sangat brutal di mana mereka merenggut nyawa korban yang tidak melakukan kesalahan dengan alasan egois mereka," kata Yamashita.

Jepang menggantung 15 narapidana pada 2018, persis seperti jumlah pada 2008, sejak mengumumkan memberlakukan eksekusi terbuka pada 1998.

Eksekusi massal memicu beberapa kritik dari kelompok-kelompok HAM, termasuk Amnesty International.


Editor : Nathania Riris Michico