Jepang Kini Punya Lulusan Perdana Program Studi Ninja di Universitas

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 19:50 WIB
Jepang Kini Punya Lulusan Perdana Program Studi Ninja di Universitas

Genichi Mitsuhashi (45) saat berlatih teknik ninja di salah satu kawasan di Iga, Jepang, Jumat (26/6/2020). (Foto-foto: AFP)

TOKYO, iNews.idJepang kini telah memiliki lulusan perdana program studi ninja. Lulusan tersebut bernama Genichi Mitsuhashi yang menghabiskan dua tahun mengasah keterampilan seni bela diri dan menyerap tradisi yang lebih baik dari para pelaku seni bela diri feodal negeri sakura itu.

Pria berumur 45 tahun itu menyelesaikan program magister di Universitas Mie di Jepang Tengah, wilayah yang selama ini dianggap sebagai kampung halaman ninja. Selain meneliti dokumen-dokumen sejarah, Mitsuhashi mengatakan, dia juga mengambil aspek-aspek praktis untuk menjadi seorang ninja.

“Saya telah membaca bahwa para ninja bekerja sebagai petani di pagi hari dan berlatih seni bela diri pada sore hari,” katanya kepada AFP, Jumat (26/6/2020).

Karenanya, selama menjalani studinya, Mitsuhashi pun ikut bertanam sayuran dan berlatih teknik seni bela dirinya, di samping belajar banyak sekali materi tentang ninja di kelas. “Dengan kombinasi ini, saya pikir saya bisa belajar tentang ninja yang sebenarnya,” katanya.

Selama ini, ninja lebih diidentikkan sebagai pembunuh berpakaian hitam yang terkenal karena kerahasiaan dan kemampuan menyelinap atau menyamarnya. “Padahal, ninja juga memiliki keterampilan bertahan hidup yang komprehensif,” ucap Mitsuhashi.

Mitsuhashi, yang juga mempelajari kung fu dan seni bela diri Jepang Shorinji Kempo, mengajarkan keterampilan ninja di dojonya miliknya. Dia juga mengelola penginapan lokal sambil mengejar gelar PhD di kampus yang sama.

Universitas Mie mendirikan pusat penelitian pertama di dunia yang didedikasikan untuk menggali lebih dalam tentang ninja pada 2017. Kampus itu membuka program studi S2 keninjaan setahun kemudian.

Universitas Mie terletak di Iga, sebuah kota yang berada sekitar 350 kilometer di barat daya Tokyo. Kota itu dikelilingi gunung dan di masa lalu menjadi rumah bagi banyak ninja jepang.

Yuji Yamada, seorang profesor sejarah Jepang di Universitas Mie yang bertanggung jawab atas pusat ninja itu, merasa takjub dengan pengabdian Mitsuhashi di bidang keninjaan. “Kami memang menyediakan kelas sejarah dan kursus keterampilan ninja. Tapi saya tidak menyangka dia bisa terlibat sejauh ini,” tutur Yamada.

Untuk mendaftar pada program studi ninja di Universitas Mie, para calon mahasiswa harus mengikuti ujian sejarah Jepang dan ujian membaca dokumen sejarah ninja.

“Ada sekitar tiga mahasiswa yang mendaftar (program itu) setiap tahun. Saya pikir ada permintaan. Kami mendapat banyak pertanyaan dari luar negeri tetapi saya harus mengatakan satu hal: Ini adalah kursus untuk belajar tentang ninja, bukan untuk menjadi ninja,” ucap Yamada.

Editor : Ahmad Islamy Jamil