Jepang Peringati 75 Tahun Bom Atom Hiroshima di Tengah Pandemi Covid-19
"Kita tidak boleh membiarkan masa lalu yang menyakitkan ini terulang kembali. Masyarakat sipil harus menolak nasionalisme egois dan bersatu melawan semua ancaman," kata Matsui, seraya menyerukan dunia tanpa senjata nuklir, dikutip dari AFP.
Covid-19 Melonjak, Perusahaan di Jepang Didesak Terapkan WFH
Serangan bom atom Hiroshima menewaskan sekitar 140.000 orang, sebagian besar tewas seketika. Sementara korban lainnya tewas setelah beberapa pekan dan bulan kemudian. Mereka menanti maut menjemput dalam kondisi sangat menderita akibat paparan radiasi, luka bakar, dan lainnya.
Tiga hari kemudian pasukan AS kembali menjatuhkan bom atom di Nagasaki, menyebabkan 74.000 orang tewas.
Peringatan bom atom tahun ini juga menekankan berkurangnya jumlah korban selamat dari bom yang dikenal sebagai "hibakusha" itu.
Mereka yang tersisa saat ini sebagian besar merupakan bayi atau anak kecil yang menjadi saksi hidup saat itu.
Para korban selamat dan aktivis membuat arsip untuk segala hal, mulai dari rekaman kesaksian hibakusha, puisi, maupun foto-foto, agar tetap mengenang peristiwa memilukan itu.
Editor: Anton Suhartono