Jepang Ungkap Wujud Permukaan Asteroid, Begini Penampakannya

Anton Suhartono ยท Sabtu, 15 Desember 2018 - 08:40 WIB
Jepang Ungkap Wujud Permukaan Asteroid, Begini Penampakannya

Penampakan permukaan asteroid Ryugu (Foto: JAXA/AFP)

TOKYO, iNews.id - Badan antariksa Jepang JAXA mendapat lebih dari 200 foto permukaan asteroid yang diabadikan oleh dua kendaraan luar angkasa berukuran kecil bernama Minerva II-1.

Dari foto-foto yang dikirim ke Bumi itu terungkap, tidak ada permukaan atau dataran luas di asteroid yang bisa didarati pesawat. Tampak permukaan asteroid dipenuhi batu serta bergelombang.

Sementara itu, dua kendaraan yang diluncurkan ke permukaan asteroid saat ini sudah tidak aktif, meski masih mengeluarkan sinyal. Minerva II-1 melakukan misi pengamatan permukaan asteroid selama beberapa hari.

(Kondisi permukaan asteroid/Foto: JAXA)

Kendaraan dikirim ke permukaan asteroid Ryugu oleh roket Hayabusa2, sekitar 280 juta kilometer dari Bumi, pada September lalu.

Meski demikian, JAXA masih berupaya mencari tempat potensial di asteroid sehingga bisa mendaratkan Hayabusa2 pada awal tahun depan. Jepang ingin mengumpulkan sampel lebih banyak untuk mengungkap misteri benda angkasa itu.

Anggota senior proyek JAXA, Takashi Kubota, dikutip dari Associated Press, Jumat (15/12/2018), mengatakan, para ilmuwan masih menganalisis data yang dikirim itu untuk memutuskan langkah selanjutnya, termasuk apakah perlu melakukan latihan tambahan bagi pesawat luar angkasa.

(Kondisi permukaan asteroid/Foto: JAXA)

Salah satu dari dua kendaraan diyakini telah berjalan sekitar 300 meter dengan cara melompat, bukan merambat di permukaan asteorid. Pasalnya, gaya gravitasi di asteroid lebih kecil dan tak memadai bagi kendaraan mungil itu melaju layaknya mobil.

Kendaraan itu telah mengirim lebih dari 200 foto dan data lain ke pesawat luar angkasa untuk kemudian diteruskan ke Bumi.

Sementara satu kendaraan lain mengambil sekitar 40 foto meskipun hanya bisa bergerak selama 10 hari. Suhu permukaan asteroid yang lebih rendah dari perkiraan awal memengaruhi pergerakan kendaraan bertenaga surya itu.

(Kondisi permukaan asteroid/Foto: JAXA)

Kubota mengatakan, data bentuk dan permukaan Ryugu sejauh ini sama dengan Bennu, asteroid yang diselidiki oleh NASA menggunakan pesawat luar angkasa Osiris-Rex. Temuan awal menunjukkan, asteroid lebih basah dan bertabur batu.

Asteroid merupakan salah satu objek tertua di tata surya dan dapat membantu menjelaskan bagaimana Bumi berevolusi.

"Kami sangat tertarik dan mengharapkan analisis lebih lanjut. Kami berharap menemukan apa pun yang dapat membantu menjelaskan asal usul ruang angkasa dan evolusinya," kata Kubota.


Editor : Anton Suhartono