Jerman Perketat Penjagaan di Masjid Terkait Ancaman Serangan Kelompok Sayap Kanan

Anton Suhartono ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 20:02 WIB
Jerman Perketat Penjagaan di Masjid Terkait Ancaman Serangan Kelompok Sayap Kanan

Polisi Jerman memperketat penjagaan di masjid terkait ancaman serangan dari kelompok sayap kanan (Foto: AFP)

BERLIN, iNews.id - Jerman meningkatkan penjagaan di penjuru negeri menyusul ancaman gangguan keamanan oleh kelompok sayap kanan. Pada Rabu (19/2/2020), seorang pria menembak mati sembilan orang di dua bar dengan motif rasisme atau kebencian terjadap pendatang atau imigran.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengatakan kehadiran polisi akan ditingkatkan, terutama di masjid-masjid.

"Ancaman keamanan dari ekstremisme sayap kanan, anti-semitisme, dan rasisme sangat tinggi," kata Seehofer, dikutip dari AFP, Jumat (21/2/2020), seraya mengumumkan kehadiran polisi dan pengetatan pengawasan di masjid, stasiun kereta, dan bandara.

Ekstremis sayap kanan, lanjut Seehofer, merupakan ancaman keamanan terbesar yang dihadapi Jerman saat ini.

Menurut dia, kelompok ini melakukan telah kekerasan dengan meninggalkan jejak darah di dalam beberapa bulan terakhir.

Jerman mengambil beberapa langkah untuk memerangi ekstremisme sayap kanan setelah serangkaian insiden kekerasan selama setahun terakhir.

Pada Juni 2019, politikus pro-imigran Walter Luebcke dibunuh disusul pada Oktober dengan menyerang sebuah sinagog di Kota Halle yang menewaskan dua orang.

Seehofer dan Menteri Kehakiman Christine Lambrecht mengaku kesulitan mendeteksi serangan ini karena para pelaku bertindak sendiri, tak berkelompok.

Pengetatan penjagaan di masjid tak lepas dari penangkapan terhadap 12 orang yang merencanakan serangan besar seperti terjadi di Christchurch, Selandia Baru.


Editor : Anton Suhartono