Jika Trump Tak Mampu Bertugas Akibat Covid-19, Siapa yang Berhak Jadi Presiden Pelaksana?

Arif Budiwinarto ยท Sabtu, 03 Oktober 2020 - 09:33:00 WIB
Jika Trump Tak Mampu Bertugas Akibat Covid-19, Siapa yang Berhak Jadi Presiden Pelaksana?
Presiden AS, Donald Trump, dan istrinya Melania terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (2/10/2020). (foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tengah menjalani perawatan di rumah sakit setelah terkonfirmasi positif Covid-19. Jika Trump diharuskan beristirahat total, siapa yang akan menjalankan pemerintahan Amerika Serikat?

Trump mengabarkan dirinya dan ibu negara, Melania, positif Covid-19 setelah menjalani tes pada Jumat (2/10/2020) kemarin. Sebelumnya, mereka sempat melakukan kontak dengan Hicks Hope--penasihat Trump--yang terlebih dahulu terinfeksi virus mematikan tersebut.

Trump dan Melania sempat menjalani isolasi mandiri di Gedung Putih pada Jumat kemarin, namun orang nomor satu AS itu terpaksa diterbangkan ke rumah sakit militer menggunakan helikopter pada Sabtu (3/10/2020) pagi WIB karena mengeluh lemas kelelahan.

Gedung Putih belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai kondisi terkini Trump, serta keberlangsungan pemerintahan negara saat presiden menjalani perawatan.

Sesuai Bab 3 Konstitusi AS Amandemen ke-25 yang diadopsi pada 1967 setelah pembunuhan Presiden John F. Kennedy pada 1963, presiden dapat mendeklarasikan dalam tulisan tentang ketidakmampuannya untuk melepas tugas-tugas kenegaraan.

Wakil Presiden selanjutnya akan menjabat sebagai presiden pelaksana. Presiden akan kembali memegang kekuasaannya dalam deklarasi tertulis bahwa dia siap kembali menjalankan jabatannya.

Berdasarkan konstitusi tersebut, Trump bisa memberikan mandat kepada Wakil Presiden Mike Pence untuk menduduki posisi presiden pelaksana selama dia menjalani perawatan di rumah sakit.

Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence. (foto: AFP)
Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence. (foto: AFP)

Situasi berdasarkan Bab 3 Konstitusi di atas pernah terjadi pada 13 Juli 1985. Saat itu, Presiden Ronald Reagan menjalani operasi prakanker setelah ditemukan saat kolonskopi. George W.H Bush yang saat itu menjabat wakil presiden kemudian menjabat presiden pelaksana selama hampir delapan jam dari pukul 11:28 siang sampai 19:22 malam.

Reagan kembali menduduki jabatan presiden setelah mengeluarkan deklarasi tertulis bahwa dirinya siap kembali menjalankan tugasnya.

George W. Bush saat menjabat sebagai presiden AS pernah mengaktifkan Bab 3 konstitusi tersebut. Dia menyerahkan tanggung jawab sementara kepada Wakil Presiden Dick Cheney sebelum menjalan kolonoskopi. Cheney menjabat presiden pelaksana dari pukul 07:09 pagi sampai 9:24 pagi hari berikutnya.

Bush untuk kedua kalinya mengaktifkan Bab 3 sebelum menjalani kolonoskopi lainnya pada 21 Juli 2007. Cheney kembali 'naik jabatan' sementara selama lebih dari 24 jam dari pukul 7:16 pagi sampai 9:21 pagi hari berikutnya.

Editor : Arif Budiwinarto

Bagikan Artikel: