Juli 2019 Jadi Bulan dengan Suhu Udara Terpanas Dalam Sejarah

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 16 Agustus 2019 - 10:29 WIB
Juli 2019 Jadi Bulan dengan Suhu Udara Terpanas Dalam Sejarah

Dengan suhu di Paris mencapai 104 derajat F pada 26 Juni, wisatawan menuju ke air mancur di luar Museum Louvre untuk mencoba mendinginkan tubuh. (FOTO: Dominique Faget / AFP / Getty Images)

OSLO, iNews.id - Suhu udara pada Juli 2019 merupakan yang terpanas yang pernah tercatat secara global, menurut Badan Nasional Kelautan dan Atmosfir Amerika Serikat (AS), NOAA, Kamis (15/8/2019). Laporan ini membenarkan observasi Uni Eropa yang dilakukan sebelumnya.

"Suhu udara di semua bagian planet membengkak oleh gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Juli, temperatur udara yang meningkat pada tingkatan baru menjadi bulan terpanas sepanjang sejarah," demikian laporan NOAA, seperti dikutip Associated Press, Jumat (16/8/2019).

Tercatat pula adanya pengurangan lapisan es di laut Arktik dan Antartika, menjadi yang paling buruk sepanjang sejarah.

Menurut NOAA, rata-rata suhu udara global pada Juli adalah 0,95 derajat Celcius di atas rata-rata suhu udara abad ke-20 yakni 15,8 derajat Celcius, menyebabkan Juli 2019 menjadi yang terpanas yang pernah tercatat sejak 1880.

Bulan terpanas yang pernah tercatat sebelumnya adalah Juli 2016.

"9 dari 10 bulan Juli terpanas terjadi sejak 2005, dengan 5 bulan terpanas terjadi dalam 5 tahun terakhir," menurut NOAA.

Sejumlah negara Eropa menunjukkan rekor suhu udara terbaru, dan Juli lalu juga merupakan bulan terpanas di seluruh benua Afrika.

Sementara itu, lapisan es di laut Arktik menunjukkan rekor terendah pada Juli, berada pada 19,8 percen di bawah rata rata; melampaui rekor penipisan es sepanjang sejarah pada 2012.

Menurut analis Pusat Data Salju dan Es Nasional, yang menggunakan data NOAA dan NASA, lapisan es Antartika berada pada tingkat 4,3 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata lapisan pada 1981 hingga 2010, menjadi tingkat terendah untuk Juli dalam 41 tahun terakhir.


Editor : Nathania Riris Michico