Jumlah Jemaah Haji Dibatasi, Indonesia Tunggu Kepastian Saudi soal Kuota bagi WNI

Anton Suhartono ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 11:40 WIB
Jumlah Jemaah Haji Dibatasi, Indonesia Tunggu Kepastian Saudi soal Kuota bagi WNI

Indonesia masih menunggu kepastian dari Arab Saudi soal kuota haji bagi WNI (Foto: AFP)

JEDDAH, iNews.id - Arab Saudi memastikan tetap melaksakan ibadah haji pada tahun ini dengan jumlah jemaah sangat terbatas, yakni sekitar 1.000-an. Selain itu, jemaah yang mengikuti haji merupakan warga lokal maupun asing yang sudah bermukim di Saudi.

Namun muncul permasalahan seberapa banyak jemaah non-Saudi yang diperbolehkan mengikuti haji tahun ini.

Dalam konferensi pers, Selasa (23/6/2020), Menteri Urusan Haji dan Umrah Mohammed Banten mengatakan, otoritasnya akan berkoordinasi dengan perwakilan diplomatik asing untuk membahas pembagiannya. Hal yang jelas, jemaah harus memenuhi persyaratan yakni dalam kondisi sehat dan bukan lanjut usia.

Indonesia, India, dan Pakistan merupakan tiga negara yang mengupayakan agar mendapat kuota signifikan. Dalam kondisi normal, ketiga negara ini merupakan penyumbang terbesar jemaah haji setiap tahunnya.

Berdasarkan data dari badan statistik Saudi, jumlah jemaah dari tiga negara tersebut memenuhi sepertiga dari total peserta haji asing, yakni mencapai 620.000 orang pada 2019.

Tahun lalu ada 2.489.406 orang yang melaksanakan haji, sebanyak 1.885.027 di antaranya merupakan pendatang langsung dan 634.379 lainnya warga lokal dan pemukim.

Indonesia merupakan penyumbang jemaah terbesar dibandingkan India dan Pakistan. Pada 2019, jumlah jemaah Indonesia mencapai lebih dari 230.000 orang.

Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah masih menunggu kepastian dari Arab Saudi. Sejauh ini belum ada informasi mengenai jumlah pasti.

Konsul Jenderal Eko Hartono mengatakan kepada Saudi Gazette, Rabu (24/6/2020), pihaknya akan membahas soal kuota dengan kementerian terkait agar WNI yang bermukim di Saudi bisa melaksanakan haji.

“Sejak wabah virus korona pada awal Maret, pemerintah Saudi memberi tahu kami untuk tidak menandatangani kontrak apa pun yang berkaitan dengan akomodasi, transportasi, dan katering para jemaah. Oleh karena itu kami belum membayar uang untuk para pemangku kepentingan terkait operasinal haji di Kerajaan,” ujar Eko.

Menurut dia, Indonesia telah mengumumkan tak memberangkatkan jemaah haji pada awal Juni.  Indonesia seharusnya mengirim 221.000 jemaah tahun ini.

Editor : Anton Suhartono