Kabar Mantan Presiden Yaman Tewas dalam Pertempuran Disangkal
Para korban kebanyakan adalah warga yang terperangkap di rumah-rumah. Para korban sulit mendapatkan pengobatan karena kesulitan menjangkau rumah sakit.
ICRC sejauh ini menyuplai obat-obatan ke tiga rumah sakit di Sanaa, yakni Al Thawra, Al Jumhouri, dan Al Kuwait, namun persediannya sudah menipis.
"Menurut rumah sakit yang bisa kami hubungi, pertempuran telah menewaskan 125 orang dan melukai 238 lainnya," kata juru bicara ICRC, Iolanda Jaquemet.
Karena pertempuran masih sengit, ICRC belum bisa menjangkau gudang obat-obatan di Sanaa. Namun dia memastikan bahwa semua perlengkapan tidak rusak.
Pihaknya juga akan mengirim kantong jenazah ke rumah sakit ditambah peralatan lainnya.
"Kami berharap bisa mengirim bahan bakar ke rumah sakit utama karena mereka mengandalkan generator. Stok bahan bakar sudah menipis saat ini, di saat jumlah korban semakin meningkat," kata Jaquement.
Rumah sakit membutuhkan listrik untuk operasi dan mendinginkan obat serta vaksin. Saat ini ada 425 staf ICRC di Yaman. MEreka disebar ke berbagai kota seperti Hodeida, Saada, Taiz, dan Aden.
Editor: Anton Suhartono