Kabur ke AS Hindari Kasus Hukum usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Terima Kasih kepada Trump
Flavio meninggalkan negaranya kurang dari 72 jam setelah kalah dalam pilpres putaran kedua melawan calon petahana Luiz Inacio Lula da Silva. Berdasarkan hasil resmi, Lula meraih 51,76 persen suara, sedangkan Flavio memperoleh 48,24 persen.
Tuduh Pemilu Curang, tapi Tak Punya Bukti Konkret
Setelah tiba di Florida, Flavio menolak hasil penghitungan suara resmi yang disahkan oleh Mahkamah Pemilihan Umum (TSE) Brasil. Dia menuding terjadi kecurangan dalam proses pemilu, tetapi tidak memberikan bukti fisik maupun dokumentasi konkret untuk mendukung klaimnya.
"Pada Minggu malam, dengan perasaan ngeri, saya menyaksikan kecurangan pemilu terjadi tepat di depan mata saya," kata Flavio, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (29/10/2026).
Dia juga mengeklaim menjadi korban politisasi sistem peradilan Brasil. Flavio membantah melakukan kejahatan dan menyebut tekanan hukum yang dihadapinya sebagai perburuan politik.
"Tidak ada surat perintah penangkapan terhadap saya karena saya tidak melakukan kejahatan apa pun. Apa yang terjadi saat ini adalah perburuan politik, upaya untuk menjadikan saya sandera atau alat pemerasan guna melindungi hakim-hakim Mahkamah Agung yang korup dari pemakzulan," ujarnya.