Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran: Perang Tak Akan Berakhir Sesuai Keinginan Trump
Advertisement . Scroll to see content

Kabur ke AS Hindari Kasus Hukum usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Terima Kasih kepada Trump

Minggu, 01 November 2026 - 07:17:00 WIB
Kabur ke AS Hindari Kasus Hukum usai Kalah Pilpres Brasil, Flavio Terima Kasih kepada Trump
Flavio Bolsonaro berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump setelah mendapat visa masuk ke Negeri Pam (Foto: AP)an Sam bersama keluarga intinya.
Advertisement . Scroll to see content

BOGOTA, iNews.id - Flavio Bolsonaro meninggalkan Brasil dan terbang ke Amerika Serikat (AS) setelah kalah dalam pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua pada Minggu (25/10/2026). Putra mantan Presiden Jair Bolsonaro itu berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump setelah mendapat visa masuk ke Negeri Paman Sam bersama keluarga intinya.

Kepergian Flavio menjadi sorotan karena berlangsung di tengah penyelidikan hukum terkait dugaan pencucian uang dan penipuan keuangan. Sebelumnya, hakim Mahkamah Agung Federal (STF) Brasil Alexandre de Moraes memerintahkannya menyerahkan paspor dalam waktu 24 jam.

Alih-alih mematuhi perintah tersebut, senator berusia 45 tahun itu justru meninggalkan Brasil melalui jalur darat menuju Argentina sebelum melanjutkan perjalanan ke Miami, Florida, menggunakan jet pribadi.

Setibanya di AS pada Rabu, Flavio menyampaikan pernyataan publik pertamanya sejak meninggalkan Brasil. Dia berterima kasih kepada Trump dan rakyat AS yang telah menyambut kedatangannya.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengonfirmasi pemberian visa masuk kepada Flavio beserta keluarga intinya. Namun, belum ada keterangan yang menunjukkan bahwa pemberian visa tersebut berkaitan dengan penyelidikan hukum yang dihadapinya di Brasil.

Flavio meninggalkan negaranya kurang dari 72 jam setelah kalah dalam pilpres putaran kedua melawan calon petahana Luiz Inacio Lula da Silva. Berdasarkan hasil resmi, Lula meraih 51,76 persen suara, sedangkan Flavio memperoleh 48,24 persen.

Tuduh Pemilu Curang, tapi Tak Punya Bukti Konkret

Setelah tiba di Florida, Flavio menolak hasil penghitungan suara resmi yang disahkan oleh Mahkamah Pemilihan Umum (TSE) Brasil. Dia menuding terjadi kecurangan dalam proses pemilu, tetapi tidak memberikan bukti fisik maupun dokumentasi konkret untuk mendukung klaimnya.

"Pada Minggu malam, dengan perasaan ngeri, saya menyaksikan kecurangan pemilu terjadi tepat di depan mata saya," kata Flavio, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (29/10/2026).

Dia juga mengeklaim menjadi korban politisasi sistem peradilan Brasil. Flavio membantah melakukan kejahatan dan menyebut tekanan hukum yang dihadapinya sebagai perburuan politik.

"Tidak ada surat perintah penangkapan terhadap saya karena saya tidak melakukan kejahatan apa pun. Apa yang terjadi saat ini adalah perburuan politik, upaya untuk menjadikan saya sandera atau alat pemerasan guna melindungi hakim-hakim Mahkamah Agung yang korup dari pemakzulan," ujarnya.

Sebelum tiba di Miami, Flavio dilaporkan menyeberang ke Provinsi Misiones, Argentina, menggunakan kartu identitas nasional. Dia kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat sewaan ke AS.

Kepolisian Federal Brasil membatalkan paspornya setelah dia tidak memenuhi perintah penyerahan dokumen perjalanan tersebut.

Deklarasikan Diri sebagai Pemimpin Brasil dari AS

Dari Florida, Flavio tidak hanya menanggapi kekalahannya dalam pilpres, tetapi juga menyatakan akan terus berjuang melawan pemerintahan Lula.

Dalam surat yang diunggah ke media sosial, dia menyebut dirinya sebagai pemimpin Brasil dan bertekad memimpin oposisi dari AS.

"Saya tidak melarikan diri dari Brasil. Saya pergi demi kepentingan Brasil. Saya meninggalkan situasi yang tidak normal ini agar saya bisa menjadi pemimpin yang layak bagi rakyat saya," katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Flavio berniat melanjutkan aktivitas politiknya meski berada di luar negeri. Namun, deklarasinya sebagai pemimpin Brasil tidak mengubah hasil resmi pilpres yang menetapkan Lula sebagai pemenang.

Kepergian Flavio sekaligus menempatkannya di tengah dua persoalan besar: penolakan terhadap hasil pemilu dan penyelidikan hukum yang masih membayangi dirinya di Brasil.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut