Kamera Dipasang di Kamar Hotel, Rekam Pasangan yang Bercinta

Anton Suhartono ยท Selasa, 03 Juli 2018 - 06:18 WIB
Kamera Dipasang di Kamar Hotel, Rekam Pasangan yang Bercinta

(Foto: SCMP)

BEIJING, iNews.id - Seorang pria ditangkap karena dituduh memasang kamera di dalam kamar hotel untuk merekam pasangan yang sedang bercinta. Adegan syur pasangan itu lalu dijual di situs online, tanpa sepengetahuan para korban.

Kasus ini terungkap setelah pengantin baru yang sedang bulan madu curiga dengan lubang di langit-langit kamar tempat mereka menginap di hotel di Kota Sichuan, Chengdu, pada Apri lalu.

Saat diperiksa, mereka mendapati webcam di dalam lubang itu. Kamera diarahkan ke ranjang.

Tak buang waktu, pasangan tersebut langsung melapor polisi. Kamera itu disita sebagai barang bukti. Tidak ada kartu memory di dalamnya menandakan, kameran itu merekam adegan ranjang dan hasilnya ke platform lain.

"Seluruh tubuh saya seperti membeku," kata sang perempuan, dikutuip dari South China Morning Post, Senin (2/7/2018).

Setelah kejadian itu, dia dan suaminya memutuskan tidur di mobil. Keesokan harinya mereka meminta penjelasan dari pihak hotel, namun manajemen mengaku tak tahu dengan keberadaan kamera itu.

Dalam pemeriksaan lanjutan, ada kamera yang ditemukan di kamar lainnya masih di lantai yang sama di hotel tersebut.

Hotel lalu memberikan daftar penyewa dua kamar itu ke polisi. Petugas mencurigai seorang pria yang menyewa dua kamar itu pada Maret lalu. Diduga pelaku memasang webcam saat menginap di sana.

Sebulan kemudian, polisi menggerebek kediaman pelaku di apartemennya. Benar saja, petugas mendapati dua hardisk dengan kapasitas total 3 terrabyte. Di dalamnya berisi rekaman adegan seksual pasangan yang menginap di hotel.

Pelaku mengakui perbuatannya. Dia menjelaskan motifnya murni karena faktor ekonomi. Merekam adegan seks pasangan di hotel menurut dia merupakan cara yang cepat untuk mendapatkan uang.

Ternyata bukan di hotel Sichuan saja dia beraksi. Dia pertama memasang kamera di beberapa hotel di daerah tempat asalnya, sekitar 100 kilometer dari Chengdu. Namun dia memindahkan kamera dari hotel itu karena tidak sesuai dengan yang diinginkan. Pelaku mencari hotel lain yang kerap dikunjungi tamu kalangan atas.

Rekaman dari kamera terhubung langsung dengan telepon selulernya, lalu diunggah ke komputer.

Dari hasil usahanya itu, dia mendapat beberapa anggota yang dibuat di salah satu platform sharing video. Dia bisa mendapat 2.000 yuan atau sekitar Rp4,3 juta per bulan, lalu melonjak menjadi 15.000 yuan. (Kurs 1 yuan = Rp2.162)

Dia ditahan dengan tuduhan menyebarkan konten cabul. Sejauh ini belum bisa dipastikan apakah anggota dari komunitas sharing video itu juga akan ditindak atau tidak.

Editor : Anton Suhartono