Kasus Corona di Filipina Melonjak, Polisi Akan Datangi Setiap Rumah Warga

Anton Suhartono ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 21:26 WIB
Kasus Corona di Filipina Melonjak, Polisi Akan Datangi Setiap Rumah Warga

Filipina kerahkan polisi untuk mendatangi rumah-rumah demi mencegah penyebaran virus corona (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Filipina mengerahkan polisi untuk mencari warga terinfeksi virus corona atau mengalami gejala. Petugas akan mendatangi setiap rumah sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas.

Menteri Dalam Negeri Eduardo Ano meminta masyarakat melapor jika ada warga yang terinfeksi atau mengalami gejala di sekitar mereka. Siapa pun yang terinfeksi namun menolak bekerja sama akan menghadapi hukuman penjara.

Filipina mencatat penambahan harian kasus infeksi dan kematian tertinggi di Asia Tenggara sepekan terakhir. Kondisi ini berdampak pada melonjaknya hunian rumah sakit.

Kasus infeksi meroket tiga kali lipat sepekan belakangan dibandingkan sebelumnya. Kasus corona melonjak setelah Filipina melonggarkan lockdown.

"Kami tidak ingin ada pasien positif tinggal di rumah melakukan karantina (sendiri), apalagi jika rumah mereka tidak memenuhi syarat," kata Ano, dikutip dari Reuters, Selasa (14/7/2020).

"Jadi yang akan kami lakukan adalah mendatangi rumah-rumah dan akan membawa orang positif ke fasilitas isolasi Covid-19," ujarnya, menambahkan.

Ano menjelaskan, pengerahan polisi untuk mencari orang positif Covid-19 sudah sesuai aturan. Dia mengutip undang-undang tahun 2019 tentang pelaporan penyakit dan pengawasan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Jonathan Malaya mengatakan, pelacakan orang yang positif diperlukan karena beberapa pasien melarikan diri dari rumah sakit.

Rencana pemerintah itu kemungkinan akan ditentang organisasi HAM. Polisi dituduh melakukan pengekangan selama pandemi, termasuk menangkap warga karena melakukan pelanggaran kecil.

"Bagaimana pemerintah akan memastikan bahwa hak-hak warga Filipina dihormati dan dilindungi dengan pendekatan baru ini,” kata Wakil Direktur Human Rights Watch Asia, Phil Robertson.

Editor : Anton Suhartono