Kasus Covid-19 Melonjak, Israel Berlakukan Lokcdown Nasional

Anton Suhartono ยท Senin, 14 September 2020 - 05:35 WIB
 Kasus Covid-19 Melonjak, Israel Berlakukan Lokcdown Nasional

Israel akan berlakukan lockdown nasional mulai Jumat mendatang setelah mengalami lonjakan kasus Covid-19 (Foto: AFP)

TEL AVIV, iNews.id - Israel akan memberlakukan lockdown secara nasioanal setelah mengalami lonjakan kasus virus corona dalam beberapa hari terakhir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti dikutip dari AFP, Senin (14/9/2020), mengatakan, lockdown diberlakukan selama 3 pekan, terhitung mulai Jumat mendatang. Lokcdown ini melarang warga Israel bepergian dalam radius 500 meter dari rumah.

Pemberlakuan lockdown memicu perlawanan dari kalangan ultra-ortodoks. Bahkan Menteri Perumahan Yaakov Litzman mengundurkan diri dengan alasan lockdown akan mencegah orang Yahudi merayakan hari besar Rosh Hashanah dan Yom Kippur dalam waktu dekat.

Israel berada di urutan kedua dunia untuk jumlah kasus infeksi Covid-19 terbanyak berdasarkan populasi, di bawah Bahrain.

Berdasasrkan data Worldometer, Israel melaporkan 155.604 kasus Covid-19 hingga Senin (14/9/2020) pagi WIB, sebanyak 1.119 di antaranya meninggal dunia. Ada penambahan 2.882 kasus infeksi dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu Bahrain, negara Arab yang baru mengumumkan normalisasi hubungan dengan Isrel, melaporkan 60.307 kasus infeksi dengan 212 jumlah korban meninggal dunia.

Inggris, Prancis, Austria, dan Republik Ceko, termasuk negara Eropa yang melaporkan lonjakan. Kasus baru di Inggris mencapai lebih dari 3.000 orang dalam 24 jam terakhir.

Setelah melakukan serangkaian lockdown lokal bulan ini, Inggris kembali menerapkan penguncian secara nasional pada Senin dengan membatasi pertemuan sosial tidak lebih dari enam orang.

Kanselir Austria Sebastian Kurz mengatakan negaranya sudah menghadapi permulaan gelombang kedua setelah mengalami penambahan harian kasus Covid-19 hampir 1.000 orang.

Pemerintah Austria akan lebih membatasi acara dan memperluas area wajib penggunaan masker.

Sementara itu, Republik Ceko mencatat 1.541 kasus baru pada Sabtu, rekor penambahan kasus harian untuk 3 hari berturut-turut.

"Jika epidemi terus berkembang seeksplosif ini, kami akan mencapai batas kapasitas rumah sakit," kata ahli epidemiologi Ceko, Roman Prymula.

Sementara itu Prancis melaporkan 10.000 kasus infeksi pada Sabtu, mendekati jumlah pada puncak gelombang pertama April lalu. Namun jumlah penambahan harian kasus baru turun menjadi 7.183 orang pada Minggu.

Virus corona telah menjangkiti lebih dari 28,8 juta orang di seluruh dunia hingga Minggu, sebanyak 921.387 di antaranya meninggal dunia.

Editor : Anton Suhartono