Kawasan Sydney Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan Dahsyat, WNI Dipastikan Tak Terdampak

Nathania Riris Michico ยท Senin, 11 November 2019 - 13:24 WIB
Kawasan Sydney Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan Dahsyat, WNI Dipastikan Tak Terdampak

Kebakaran yang melanda wilayah Sydney. (FOTO: AFP)

SYDNEY, iNews.id - Australia mengeluarkan peringatan ancaman kebakaran hutan "dahsyat" di kawasan sekitar Sydney. Peringatan dikeluarkan saat api terus berkobar melintasi dua negara bagian.

Namun, sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak.

Setidaknya tiga orang dinyatakan tewas, sementara ribuan lainnya mengevakuasi diri selama tiga hari masa darurat kebakaran hutan. Negara Bagian New South Wales (NSW) dan Queensland masing-masing telah mendeklarasikan status darurat.

Lebih dari 120 titik kebakaran hutan menjalar di dua negara bagian tersebut.

Warga di lingkungan yang terancam diimbau untuk meninggalkan tempat tinggal mereka dan mencari perlindungan di pusat-pusat evakuasi.

Kepada BBC News, Duta Besar RI untuk Australia, Kristiarto Legowo, menyatakan: "Berdasarkan pantauan KBRI dan koordinasi dengan KJRI Sydney sejauh ini tidak terdapat WNI terdampak kebakaran hutan tersebut."

Pasalnya, sambung Kristiarto, mayoritas kebakaran terjadi daerah-daerah perkampungan di hutan. Sedangkan, mayoritas WNI di New South Wales dan Queensland tersebar di daerah-daerah perkotaan dan di pesisir pantai.

Ditambahkan Kristiarto, Konsulat Jenderal RI di Sydney sudah menyampaikan imbauan dan pengumuman kepada masyarakat Indonesia di New South Wales dan Queensland untuk meningkatkan kewaspadaan, dan menghindari daerah-daerah terjadinya kebakaran.

"Warga diimbau untuk senantiasa memantau informasi dan mengikuti anjuran dari otoritas setempat," sebutnya.

Pihak pemadam kebakaran NSW sudah mengeluarkan peringatan level maksimal untuk pertama kalinya sejak sistem peringatan kebakaran baru diperkenalkan satu dekade lalu.

Peringatan bencana "dahsyat" ini diberlakukan di seantero kawasan metropolitan Sydney yang padat dan kawasan lain di utara kota tersebut.

Kebakaran sendiri melalap kawasan sepanjang 1.000 km dari Sydney ke Gold Coast dekat Brisbane.

Temperatur diprediksi akan mencapai 37 derajat Celsius pada Selasa (12/11/2019) besok. Kondisi akan menjadi lebih buruk ketimbang pada Jumat (8/11/2019) lalu, saat badai mulai menerjang Australia bagian timur.

"Dalam kondisi ini, titik-titik api akan menyebar dengan cepat dan mengancam tempat tinggal dan hidup warga," demikian pernyataan Pasukan Pemadam Kebakaran NSW.

Puluhan sekolah dan fasilitas umum lainnya ditutup di seantero negara bagian. Pemadam kebakaran dari Selandia Baru diterbangkan ke Australia untuk membantu saat pasukan darurat yang sudah kewalahan bersiap menghadapi 'serangan' baru.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa pasukan militer juga akan diterjunkan untuk membantu 1.300 pemadam kebakaran yang bekerja di kedua negara bagian.

Ratusan warga sipil juga secara sukarela ikut membantu pemadaman api di area-area terdampak.

Saat ini ribuan warga di kedua negara bagian menginap di pusat-pusat evakuasi sementara para pejabat menilai apakah cukup aman bagi mereka untuk kembali ke rumah masing-masing.

Pejabat dari Pasukan Pemadam Kebakaran di NSW mengonfirmasi bahwa lebih dari 150 rumah hancur selama akhir pekan kemarin.

Dua petugas pemadam kebakaran terluka ketika sebuah pohon tumbang dan menimpa truk mereka di kawasan Nambucca Heads, NSW. Mereka langsung ditangani di lokasi dan dipindahkan ke rumah sakit dalam kondisi stabil.

Cuaca yang lebih dingin pada Minggu memberikan sedikit kelegaan, tetapi dikhawatirkan temperatur udara tinggi, kelembaban rendah, dan angin kencang yang diperkirakan akan terjadi pada pertengahan pekan akan membesarkan nyala api—banyak di antaranya berkobar tak terkendali.

Ketika membersihkan daerah yang terkena dampak kebakaran hutan hari Jumat lalu, petugas pemadam kebakaran menemukan mayat seorang korban di dalam sebuah mobil yang terbakar di dekat Glen Innes, sekitar 550 km di utara Sydney.

Di kota yang sama pada hari itu juga, seorang perempuan ditemukan menderita luka bakar parah. Dia segera dilarikan ke rumah sakit namun meninggal tak lama kemudian.

Carol Sparks, wali kota Glen Innes, mengatakan bahwa warga kotanya mengalami trauma.

"Kobaran api hingga setinggi enam meter dan merambat dengan angin berkecepatan 80 km per jam," katanya, kepada ABC.

"Itu sangatlah mengerikan bagi mereka yang terdampak."

Pada Sabtu (9/11/2019), kepolisian NSW mengonfirmasi bahwa korban tewas ketiga ditemukan di dalam sebuah rumah yang hangus di dekat Kota Taree, 300 km dari Sydney.

Polisi mengatakan bahwa rumah itu milik seorang perempuan berusia 63 tahun, namun mereka belum bisa memastikan identitas mayat yang ditemukan di rumah tersebut sebelum autopsi selesai dilakukan.

Di NSW, negara bagian yang paling parah terdampak, para petugas pemadam kebakaran telah berjuang memadamkan ratusan titik api sejak bulan lalu, ketika dua orang tewas saat mencoba menyelamatkan rumah mereka.

Awal bulan ini, kobaran api membakar habis hutan seluas 2.000 hektar yang di dalamnya terdapat suaka bagi koala. Ratusan ekor hewan itu dikhawatirkan telah mati.

Hujan mengguyur NSW pekan lalu, melegakan banyak petani. Namun hujan itu tidak cukup untuk mengakhiri kekeringan yang telah lama melanda area tersebut.

Pihak berwenang di negara bagian itu memperingatkan bahwa banyak titik api yang akan terus berkobar kecuali turun hujan.

"Kami tidak bisa melebih-lebihkan dampak parah yang disebabkan kekeringan terhadap perilaku api," kata Komisioner Pasukan Pemadam Kebakaran NSW, Fitzsimmons.

Pesawat pengangkut bom air kerap terbang jarak jauh karena sulitnya memperoleh air di kawasan kering. Dalam beberapa kasus, pihak berwenang harus mengebor tanah untuk memenuhi kebutuhan air.

"Kami sangat prihatin atas kelangkaan air dan betapa berharganya air itu, tapi kenyataannya kami tidak bisa memadamkan api tanpa air," kata Fitzsimmons.

Editor : Nathania Riris Michico