Ke AS, Aktivis Hong Kong Joshua Wong Minta Bantuan Trump Tekan China

Anton Suhartono ยท Minggu, 15 September 2019 - 10:14:00 WIB
Ke AS, Aktivis Hong Kong Joshua Wong Minta Bantuan Trump Tekan China
Joshua Wong (kanan) minta dukungan AS tekan China (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Aktivis Hong Kong Joshua Wong mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memasukkan klausul hak asasi manusia (HAM) dalam perjanjian perdagangan dengan China.

Dalam kesempatan kunjungan ke New York pada Sabtu (14/9/2019), Wong meminta dukungan dari para politisi AS terkait aksi unjuk rasa kelompok pro-demokrasi sejak 4 bulan terakhir. Dia berharap parlemen AS meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang bisa menekan China melalui perjanjian perdagangan.

“Ini penting untuk menambahkan klausul HAM dalam negosiasi perdagangan serta memasukkan unjuk rasa Hong Kong dalam agenda perjanjian perdagangan,” kata Wong, dikutip dari AFP, Minggu (15/9/2019).

Menurut pria 22 tahun itu, rakyat Hong Kong menghadapi tantangan semakin besar ke depan, yakni tekanan-tekanan secara politik dan militer dari China. Oleh karena itu, bantuan AS, melalui klausul HAM, sangat penting untuk menekan pemerintahan Presiden Xi Jinping.

Hong Kong, lanjut dia, menghadapi ancaman diterapkannya undang-undang darurat yang mirip dengan UU darurat militer. Dengan begitu, China bisa mengerahkan militer ke Hong Kong.

Wong melakukan lawatan luar negeri demi mencari dukungan internasional untuk menekan China.

Sebelum ke AS, Wong berkunjung ke Jerman dan bertemu menteri luar negeri. China pun melayangkan protes atas pertemuan itu dan memanggil Dubes Jerman di Beijing.

Sementara itu, selama di AS, Wong akan hadir dalam kongres HAM yang akan digelar di Washington pada Selasa mendatang.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam memang sudah memenuhi tuntutan utama demonstran yakni dicabutnya RUU ekstradisi, namun itu belum cukup. Ada empat tuntutan lain yang belum dipenuhi, di antaranya pembebasan lebih dari 1.100 demonstran dan digelarnya pemilu demokratis untuk memilih pemimpin. Saat ini pemimpin Hong Kong ditunjuk oleh pemerintah China.

Editor : Anton Suhartono