Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Damkar Evakuasi Penghuni Apartemen Jaksel yang Terjebak di Lift
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran 7 Apartemen Hong Kong Dipicu Renovasi Tak Sesuai Aturan, Polisi Tangkap 14 Orang

Selasa, 02 Desember 2025 - 08:35:00 WIB
Kebakaran 7 Apartemen Hong Kong Dipicu Renovasi Tak Sesuai Aturan, Polisi Tangkap 14 Orang
Kebakaran besar yang meludeskan 7 gedung apartemen Hong Kong mengerucut pada dugaan renovasi bangunan di bawah standar (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

HONG KONG, iNews.id - Tragedi kebakaran besar yang meludeskan tujuh menara apartemen di Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, semakin mengerucut pada dugaan utama, renovasi yang dilakukan dengan cara curang dan tidak sesuai standar keselamatan.

Pihak berwenang Hong Kong mengonfirmasi, jaring pengaman yang dipasang selama proyek renovasi tidak memenuhi standar tahan api, sehingga api menjalar cepat dan menewaskan sedikitnya 151 orang.

Kebakaran dahsyat pada Rabu pekan lalu itu menyapu lebih dari 1.900 unit hunian dari kompleks berisi delapan menara. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kebakaran terburuk di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.

14 Orang Ditangkap termasuk Kontraktor Utama

Dalam perkembangan terbaru, polisi Hong Kong menangkap 14 orang terkait kebakaran tersebut. Sebagian di antaranya diatangkap karena kelalaian dan manipulasi material keselamatan. Mereka yang ditangkap adalah kontraktor utama, konsultan teknik, serta subkontraktor yang bertanggung jawab atas pemasangan scaffolding.

Penyelidikan terus diperluas untuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran hukum lain dalam proyek renovasi tersebut.

Jaring Pengaman Picu Api Menjalar ke Seluruh Gedung

Sekretaris Utama Hong Kong Eric Chan Kwok Ki mengungkap, kontraktor proyek renovasi menggunakan jaring campuran, sebagian tahan api, sebagian tidak, untuk menutupi bagian luar gedung 31 lantai tersebut. Jaring inilah yang mempercepat penyebaran api dari lantai ke lantai.

“Kontraktor menggunakan cara licik dengan memasang jaring campuran yang tidak memenuhi standar. Sampel tidak layak ini diletakkan di area yang sulit dijangkau, jelas untuk menghindari pemeriksaan keselamatan,” ujar Chan, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Selasa (2/12/2025).

Dari 20 sampel jaring yang diperiksa, tujuh di antaranya tidak memenuhi aturan tahan api. Kondisi ini diperburuk oleh scaffolding bambu yang mengelilingi gedung selama renovasi, yang ikut menjadi jalur rambatan api.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut