Kediaman Dubes Meksiko di Bolivia Dikepung 150 Agen Intelijen

Anton Suhartono ยท Selasa, 24 Desember 2019 - 16:34 WIB
Kediaman Dubes Meksiko di Bolivia Dikepung 150 Agen Intelijen

Kediaman Dubes Meksiko di La Paz (Foto: AFP)

MEXICO CITY, iNews.id - Pemerintah Meksiko memprotes pengepungan kediaman duta besarnya di La Paz, Bolivia, sejak akhir pekan lalu. Sekitar 150 agen intelijen Bolivia mengepung kediaman dubes.

Departemen Hubungan Luar Negeri Meksiko menyatakan, para agen itu menggunakan seragam militer Bolivia. Mereka mencari mobil yang digunakan dubes serta menghentikan setiap mobil yang akan masuk ke kediaman.

Kehadiran para penjaga dan penghentian kendaraan diplomatik tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap perlindungan dan jaminan diplomatik.

Dalam surat terbuka kepada Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS), seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (24/12/2019), Meksiko juga menyebut tindakan pemerintahan sementara Bolivia tidak dapat diterima.

Insiden ini terkait dengan suaka politik yang diberikan Meksiko terhadap mantan presiden Bolivia Evo Morales serta para pendukungnya. Meksiko diketahui memberikan perlindungan kepada sekitar 30 pendukung Morales di fasilitas kedutaan besar di La Paz.

Dua hari setelah mundur sebagai presiden pada 10 November 2019, Morales terbang ke Meksiko sebelum memutuskan pindah ke Argentina sejak 2 pekan lalu.

Seorang pejabat Meksiko mengatakan, di kantor kedubes Meksiko saat ini ada sembilan loyalis Morales yang merupakan mantan pejabat tinggi Bolivia, seperti kepala staf dan tangan kanan Morales, Juan Ramon Quintana.

Pejabat lainnya adalah mantan menteri pertahanan Eduardo Zavaleta, mantan menteri kehakiman Hector Enrique Arce, mantan menteri pertambangan Felix Cesar Navarro, pejabat pemerintah Jose Hugo Moldiz, dan mantan menteri kebudayaan Antonia Wilma Alanoca.

Ada juga mantan wakil menteri dan kepala Badan Pemerintah untuk Urusan Elektronika dan Komunikasi, Nicolas Laguna.


Editor : Anton Suhartono