Kekayaan Miliarder Dunia Tembus Rp266,22 Kuadriliun, Melonjak 12,8 Persen
Perusahaan yang menginvestasikan sedikitnya 30 juta dolar AS dalam AI selama lima tahun terakhir mencatat pertumbuhan kapitalisasi pasar 23 persen lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang tidak melakukan investasi serupa pada periode 2024 hingga 2025.
Antusiasme pasar terhadap AI di Wall Street juga turut memperlebar kesenjangan kekayaan di antara kelompok orang terkaya dunia.
Maya Imberg dari Altrata mengatakan, lonjakan saham teknologi memang telah menciptakan kekayaan dalam jumlah bersejarah. Namun, kekayaan yang bergantung pada saham teknologi yang terpapar AI juga memiliki tingkat volatilitas tinggi.
"Kami memperkirakan kekayaan banyak miliarder terkaya, terutama mereka yang perusahaannya berfokus pada teknologi, akan naik dan turun mengikuti perkembangan cerita AI," kata Imberg dalam keterangannya dilansir dari CNBC International, Minggu (6/9/2026).
Laporan tersebut mencatat terdapat 29 supermiliarder, yakni individu dengan kekayaan lebih dari 50 miliar dolar AS.