Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Lewati Angka 100.000, Terbanyak Kedua di Dunia

Arif Budiwinarto ยท Minggu, 09 Agustus 2020 - 08:38 WIB
Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Lewati Angka 100.000, Terbanyak Kedua di Dunia

Angka infeksi dan kematian akibat Covi-19 di Brasil terus bertambah (fotoL: AFP)

BRASILIA, iNews.id - Angka kematian akibat Covid-19 di Brasil menyentuh 100.000 pada akhir pekan kemarin. Sementara itu, di India ribuan orang turun ke jalan akibat meningkatnya pengangguran sebagai dampak pandemi Covid-19.

Brasil melaporkan total angka kematian akibat Covid-19 di negara berpopulasi 212 juta jiwa itu mencapai 100.477, sedangkan jumlah kasus infeksi bertambah lagi menjadi 3,01 juta. Sepanjang pekan, Brasil mendapat penambahan lebih dari 50.000 kasus, demikian yang dikutip dari AFP, Minggu (9/9/2020).

Catatan tersebut jadi yang terbanyak kedua di bawah Amerika Serikat. Negeri Paman Sam mencatatkan angka penularan Covid-19 sebanyak 5.000.494 dan 161.881 jumlah total kematian sepanjang pandemi.

Peningkatan kematian terbanyak juga tercatat di Afrika Selatan. Sepanjang pekan ini, terdapat lebih dari 200 kasus kematian sehingga angka mortalitas di negara ujung selatan benua Afrika itu mencapai 10.210 dengan jumlah kasus infeksi 553.188.

Sedangkan, secara global Covid-19 telah menjangkit lebih dari 19 juta orang serta merenggut lebih dari 722.000 nyawa. Sementara jumlah kesembuhan sudah melewati angka 11 juta.

Wabah Covid-19 memberi dampak luar biasa bagi India. Bukan hanya tingginya angka infeksi dan kematian, India juga menghadapi gelombang demonstrasi menyusul pemutusan hubungan kerja massal yang menyebabkan naiknya angka pengangguran.

Pada Jumat (7/8/2020) kemarin, ribuan orang mulai dari buruh sampai pekerja medis turun ke jalan di kota New Delhi menuntut bantuan tunai, serta peningkatan perlindungan Covid-19 termasuk memperbanyak tes dan penyediaan perlengkapan pelindung.

"Kami harus mengumpulkan uang secara swadaya untuk perawatan mereka dan memberi makan keluarga-keluarga mereka," kata Shiksha Rana, seorang aktivis kesehatan.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengatakan keputusannya untuk menghindari Kongres dengan tindakan eksekutif sebagai upaya untuk "mendistribusikan uang bantuan dengan cepat".

Editor : Arif Budiwinarto