Khawatir Ganggu Perdagangan, Trump Tangguhkan Sanksi Pejabat China terkait Muslim Uighur

Anton Suhartono ยท Senin, 22 Juni 2020 - 08:57 WIB
Khawatir Ganggu Perdagangan, Trump Tangguhkan Sanksi Pejabat China terkait Muslim Uighur

Donald Trump (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda pemberlakuan sanksi terhadap pejabat China yang dituduh terlibat dalam kekerasan kepada muslim Uighur di Xinjiang.

Alasannya, Trump khawatir pemberian sanksi tersebut akan mengganggu kerja sama perdagangan dengan China.

"Ya, kami berada di tengah kesepakatan perdagangan. Saya menghasilkan banyak, potensi pembelian 250 miliar dolar AS," kata Trump, kepada Axios, Minggu (21/6/2020).

Di bawah kesepakatan perdagangan Fase 1 yang dinegosiasikan pada 2019 dan berlaku pada Februari 2020, China setuju membeli barang dan jasa ke senilai 200 miliar dolar AS selama 2 tahun.

Para Rabu lalu, Trump menandatangani undang-undang yang menyerukan pemberian sanksi kepada pejabat China terkait Xinjiang. Namun dia menegaskan punya keleluasaan untuk memutuskan kapan penerapannya.

Amerika Serikat sejak tahun lalu memberlakukan pembatasan impor kepada beberapa perusahaan China serta larangan visa bagi pejabat yang tidak disebutkan namanya terkait dengan Xinjiang, namun belum memberlakukan sanksi keuangan lebih keras.

PBB memperkirakan lebih dari 1 juta muslim Uighur dan etnis lain ditahan di kamp-kamp yang diklaim sebagai fasilitas pendidikan di Xinjiang. Departemen Luar Negeri AS juga menuduh China melakukan kekerasan terhadap muslim di sana.

Sementara itu China menepis melakukan penganiayaan dan berdalih kamp-kamp tersebut memberikan pelatihan kejuruan dan membantu memerangi ekstrimisme.

Namun pada mantan penghuni kamp mengaku mereka dipaksa melakukan aktivitas yang bertentangan dengan agama seperti memakan daging babi dan tidak boleh melaksanakan kewajiban agama.

Editor : Anton Suhartono