Kim Jong Un Disebut Sengaja Menghilang Lama, Ini Tujuannya

Anton Suhartono ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 19:01 WIB
Kim Jong Un Disebut Sengaja Menghilang Lama, Ini Tujuannya

Kim Jong Un muncul ke publik saat meresmikan pabrik pupuk setelah dirumorkan meninggal dunia (Foto: AFP)

SYDNEY, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un diyakini sengaja menghilang atau membiarkan rumor soal kematian atau sakitnya menggantung lama untuk tujuan tertentu.

Kim ingin mengetahui para pengkhianat di sekelilingnya. Dalam kondisi seperti itu akan ketahuan siapa-siapa saja yang membicarakan pengganti yang berpeluang.

Pembawa acara Outsiders Sky News Australia James Morrow mengatakan, Kim bisa saja membiarkan kabar kematiannya beredar luas sambil tetap bersembunyi.

Menurut Morrow, seperti dilaporkan kembali The Sun, Selasa (5/5/2020), diktator itu melakukan manuver klasik ala Stalin untuk mengukur tingkat kesetiaan orang-orang di sekelilingnya.

Setelah keluar dari persembunyian, Kim akan membersihkan orang-orang yang tak loyal atau mencurigakan di sekelilingnya. Orang-orang tersebut dikhawatirkan akan merongrong kepemimpinannya di masa depan.

Usia Kim diyakini baru 36 tahun, masih cukup lama untuk bisa memimpin Korut. Meski demikian Kim dibayangi gangguan kesehatan, terutama jantung, karena kebiasaan buruknya seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

“Apa yang mungkin terjadi di sini bahwa rumor kematiannya sangat dibesar-besarkan. Dia memutuskan melakukan ini dan melihat siapa yang mencoba mengambil alih kekuasaan pada saat kematian yang sebenarnya. Saya curiga kita akan segera melihat pembersihan di Korea Utara,” ujar Morrow.

Kemunculan kembali Kim juga menjadi pukulan telak terhadap kredibilitas beberapa pembelot Korut yang berada di Korea Selatan. Mereka sebelumnya mengatakan Kim kemungkinan mengalami sakit serius sehingga tak bisa berjalan, bahkan ada yang berspekulasi meninggal.

Thae Yong Ho, mantan pejabat Korea Utara (Korut) yang pernah menjadi duta besar untuk Inggris sebelum membelot ke Korsel, meminta maaf atas pernyataannya pekan lalu bahwa Kim Jong Un sakit dan tak bisa berdiri dan berjalan.

Pembelot yang pada bulan lalu terpilih menjadi anggota parlemen Korsel itu meminta maaf atas pernyataannya.

"Saya sadar, salah satu alasan mengapa banyak dari Anda memilih saya sebagai anggota parlemen adalah adanya harapan tentang analisis dan proyeksi yang akurat tentang masalah Korea Utara. Saya mengaku bersalah dan memikul tanggung jawab yang berat. Apa pun alasannya, saya meminta maaf kepada semua orang,” kata Thae.

Ada seorang pembelot Korut lainnya yang juga terpilih menjadi anggota parlemen Korsel, Ji Seong Ho, yang sempat berspekulasi soal hilangnya Kim.

Lebih parah dari Thae, dalam wawancara televisi Ji yakin 99 persen Kim telah meninggal setelah operasi jantung.

Editor : Anton Suhartono