Kim Jong Un Marahi dan Ancam Pecat Pejabat Gara-Gara Pembangunan Rumah Sakit
SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un kembali memarahi pejabat, kali ini terkait pembangunan rumah sakit utama di Pyongyang.
Kim menyebut pembangunan rumah sakit itu ceroboh dan mengancam akan memecat para pejabat yang bertanggung jawab.
Korut sejak lama menjadikan proyek infrastruktur raksasa untuk menaikkan kredibilitas pemerintah, termasuk pembangunan perumahan di Pyongyang dan kawasan pariwisata Wonsan-Kalma. Namun cepatnya waktu pembangunan seringkali lebih diprioritaskan ketimbang kualitas bangunan.
Kondisi tak jauh berbeda pun dialami Rumah Sakit Umum Pyongyang yang berdiri di lokasi strategis yakni di seberang Sungai Taedong atau bukit Mansu, tempat patung raksasa pendiri Korut Kim Il Sung dan penerusnya yang juga ayah Kim Jong Un, Kim Jong Il, berdiri.
Donald Trump Yakin Kim Jong Un Ingin Bertemu
RS itu dijadwalkan selesai 10 Oktober sekaligus menandai peringatan 75 tahun berdirinya Partai Buruh.
Saat upacara peletakan batu pertama pada Maret lalu, Kim menyebut pembangunan RS itu sebagai tugas penting karena erat kaitannya dengan program kesehatan masyarakat.
Kim Jong Un: Kami Berhasil Cegah Covid-19 Masuk, meski Dunia Hadapi Krisis
Kantor berita KCNA melaporkan, saat berkunjung ke RS itu untuk mendengar laporan perkembangannya, Kim tak puas. Menurut Kim, komisi yang bertanggung jawab terhadap pembangunan tidak mengatur keuangan secara tepat.
“(Keuangan) Diatur dengan cara ceroboh tanpa membuat anggaran pembangunan dengan tepat", kata Kim, seperti dilaporkan kembali AFP, Senin (20/7/2020).
Foto Istri Kim Jong Un Direkayasa, Korut Murka
Kim menegaskan, proyek itu dibangun untuk kepentingan rakyat, namun justru membebani mereka.
Kim memerintahkan Komite Pusat Partai Buruh yuntuk menyelidiki kasus ini dan mengganti semua pejabat yang bertanggung jawab.
Laporan KCNA tersebut tidak menyebutkan tanggal kunjungan Kim.
Spekulasi yang muncul, pembangunan RS terhambat akibat diperketatnya kontrol perbatasan terkait pandemi virus corona.Korut menutup perbatasan dengan China sejak Januari atau saat wabah virus corona sedang mencekik negara tetangganya itu.
Sampai saat ini Korut belum melaporkan satu pun kasus, meskipun Covid-19 telah menjangkiti menginfeksi lebih dari 14,3 juta orang di seluruh dunia dan merenggut lebih dari 601.000 nyawa.
Editor: Anton Suhartono