Kisah Einstein Kutuk Zionisme, Tolak Jadi Presiden Israel, Samakan Partai Yahudi dengan Nazi

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 07 Juni 2021 - 16:30:00 WIB
Kisah Einstein Kutuk Zionisme, Tolak Jadi Presiden Israel, Samakan Partai Yahudi dengan Nazi
Albert Einstein. (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id – Kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina telah menjadi bencana besar bagi kemanusiaan sejak berdirinya negara zionis itu, puluhan tahun silam. Akan tetapi, jauh sebelum negara itu didirikan, orang Yahudi jenius sekaliber Albert Einstein telah memprediksi kehancuran Israel.

Hal itu terdokumentasi lewat suratnya yang fenomenal. Penolakan Einstein atas Israel dan gerakan zionisme juga terangkum dengan baik dalam artikel berjudul The 'final' downfall of Israel was predicted by Einstein yang ditulis jurnalis masyhur asal Inggris, Yvonne Ridley. Artikel itu dimuat di laman Middle East Monitor, Jumat (4/6/2021) lalu.

Einstein pernah meramalkan kematian Israel ketika dia diminta untuk membantu mengumpulkan dana untuk sel-sel teroris zionis. Sepuluh tahun sebelum Negara Israel dideklarasikan di atas tanah yang dicuri dari rakyat Palestina pada 1948, Einstein menggambarkan pembentukan negara itu sebagai sesuatu yang bertentangan dengan sifat hakiki Agama Yahudi. 

Setelah melarikan diri dari Jerman karena kekejaman Nazi di bawah kekuasaan Adolf Hitler, Einstein akhirnya menjadi warga negara Amerika Serikat. Sang ilmuwan memahami betul seperti apa fasisme yang diusung Hitler itu.

Pada 1946, ketika berbicara di hadapan Komite Penyelidikan Anglo-Amerika tentang masalah Palestina, Einstein mengungkapkan ketidaksetujuannya atas pendirian Israel. “Saya yakin, (Israel) itu adalah hal yang buruk,” katanya.

Dua tahun kemudian, pada 1948, dia dan sejumlah akademisi Yahudi mengirim surat ke New York Times untuk memprotes kunjungan tokoh zionis, Menachem Begin, ke Amerika. Dalam surat itu, mereka mengecam Partai Herut pimpinan Begin, menyamakannya dengan Nazi dan fasisme Hitler.

Menurut para ilmuwan Yahudi itu, Herut dan Nazi sangatlah mirip, baik dalam hal organisasi, metodologi, filosofi politik, dan daya tarik sosialnya. Herut adalah partai nasionalis sayap kanan yang kemudian menjadi Likud yang kini dipimpin oleh Benjamin Netanyahu. 

Sebagai pemimpin Irgun—kelompok teroris zionis yang memisahkan diri dari organisasi paramiliter Yahudi yang lebih besar, Haganah—Begin menjadi buron karena aktivitas terorismenya melawan Mandat Inggris atas Palestina. Bahkan, ketika dia menjadi perdana menteri Israel pada 1977-1983, Begin tidak pernah berani mengunjungi Inggris, lantaran masih berada dalam daftar orang yang paling dicari di negeri Eropa itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 3