Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erdogan: Perang AS-Israel vs Iran Harus Dihentikan Sebelum Seret Timteng ke Bara Api
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Pengungsi Suriah yang Tak Mau Tinggalkan Turki, Kini Jadi Pebisnis Sukses

Jumat, 01 November 2019 - 12:20:00 WIB
Kisah Pengungsi Suriah yang Tak Mau Tinggalkan Turki, Kini Jadi Pebisnis Sukses
Pengungsi Suriah di Turki, 21 September 2019. (Foto: VOA)
Advertisement . Scroll to see content

ISTANBUL, iNews.id - Rencana Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memulangkan hingga dua juta pengungsi ke Suriah semakin sulit. Ketika para pengungsi berupaya melanjutkan kehidupan baru mereka di Turki, banyak yang enggan untuk kembali.

Sementara itu, kelompok-kelompok HAM memperingatkan akan deportasi paksa.

Restoran Mandy di distrik Aksaray Istanbul sudah melayani penduduk setempat selama lebih dari enam tahun. Pemilik restoran itu merupakan warga Suriah yang mengungsi ke Turki.

"Kami tidak akan kembali ke Suriah," kata pemilik Mandy, Isam Abdi, seperti dilaporkan VOA, Jumat (1/11/2019).

Abdi meninggalkan Suriah pada awal perang saudara. Sesampainya di Istanbul, dengan sedikit berbahasa Turki dan tidak memiliki kontak, dia berhasil membangun bisnis yang sukses.

Dia kini memiliki dua restoran, anak-anaknya sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dan menganggap hanya Turki yang menawarkan masa depan kepadanya.

"Karena perang, tidak aman di sana," katanya, mengenai tanah airnya Suriah.

"Mereka mengatakan di Damaskus aman. Tetapi (tidak) ada listrik, tidak ada gas, tidak ada apa-apa. Lebih mudah untuk hidup di sini. Seperti yang saya katakan, kami membangun kehidupan baru dari nol di sini, dan kehidupan kami berjalan baik," tuturnya.

"Saya tidak bisa pergi dari Turki dan membangun kehidupan baru di sana," ujar Abdi.

Meskipun Istanbul baik bagi Abdi, dia mengakui warga Suriah lainnya, memiliki cerita lain.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut