Kisah Pengungsi Suriah yang Tak Mau Tinggalkan Turki, Kini Jadi Pebisnis Sukses
ISTANBUL, iNews.id - Rencana Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memulangkan hingga dua juta pengungsi ke Suriah semakin sulit. Ketika para pengungsi berupaya melanjutkan kehidupan baru mereka di Turki, banyak yang enggan untuk kembali.
Sementara itu, kelompok-kelompok HAM memperingatkan akan deportasi paksa.
Restoran Mandy di distrik Aksaray Istanbul sudah melayani penduduk setempat selama lebih dari enam tahun. Pemilik restoran itu merupakan warga Suriah yang mengungsi ke Turki.
"Kami tidak akan kembali ke Suriah," kata pemilik Mandy, Isam Abdi, seperti dilaporkan VOA, Jumat (1/11/2019).
Turki: Kami Tak Berniat Rampas Tanah Siapa pun
Abdi meninggalkan Suriah pada awal perang saudara. Sesampainya di Istanbul, dengan sedikit berbahasa Turki dan tidak memiliki kontak, dia berhasil membangun bisnis yang sukses.
Dia kini memiliki dua restoran, anak-anaknya sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dan menganggap hanya Turki yang menawarkan masa depan kepadanya.
Turki Bakal Usir Warga Suriah yang Tinggal Ilegal di Istanbul
"Karena perang, tidak aman di sana," katanya, mengenai tanah airnya Suriah.
"Mereka mengatakan di Damaskus aman. Tetapi (tidak) ada listrik, tidak ada gas, tidak ada apa-apa. Lebih mudah untuk hidup di sini. Seperti yang saya katakan, kami membangun kehidupan baru dari nol di sini, dan kehidupan kami berjalan baik," tuturnya.
"Saya tidak bisa pergi dari Turki dan membangun kehidupan baru di sana," ujar Abdi.
Meskipun Istanbul baik bagi Abdi, dia mengakui warga Suriah lainnya, memiliki cerita lain.
Editor: Nathania Riris Michico