Kisah Pramugari yang Alami Pelecehan Seksual di Pesawat
Dia pernah mengalami perlakuan tidak senonoh dari pilot, seperti disentuh dada, pinggang, dan bokong. Tak hanya fisik, perlakuan berlanjut dengan pelecehan verbal yang mana pilot mengomentari kemolekan tubuhnya. Saat itu Fung baru bekerja di maskapai bersangkutan.
"Saat itu saya sangat marah, tapi saya juga panik dan takut. Pikirannya saya tiba-tiba menjadi kosong. Saya tak tahu apa yang harus dikerjakan dan meresponsnya," kata dia, dikutip dari AFP.
Pelecehan itu, lanjut Fung, sebenarnya diketahui manajer kabin, tapi dia tak berani bertindak. Bahkan manajer mengancam melaporkannya maskapai karena menggunakan rok terlalu ketat.
Setelah itu Fung tak mengenakan rok ketat lagi sejak setahun lalu dan kini mengenakan celana panjang.
Fung menambahkan, setelah kejadian itu dia mengajarkan temam-temannya bagaimana melaporkan kasus pelecehan dan meminta pertolongan. Namun, menurut Fung, itu saja tak cukup. Harus ada peruahan kultur di internal maskapai dan itu membutuhkan waktu yang lama.
"Saat pramugari bekerja, mereka terlihat sangat indah dengan seragam, sepatu heels, dan make up. Ada begitu banyak fantasi di pekerjaan ini dan sulit untuk mengubah persepsi publik, tetapi itu benar-benar tidak bisa menjadi alasan untuk mereka berperilaku buruk," kata Fung.
"Pendidikan adalah kunci untuk mengubah sikap orang. Ini sulit untuk dilakukan dalam semalam, melainkan membutuhkan waktu," tuturnya.
Editor: Anton Suhartono