Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ambisi Negara Yaman Selatan Menguat, Saudi dan UEA Berseberangan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Toko Hewan Peliharaan yang Bertahan di Tengah Perang Yaman

Jumat, 01 Februari 2019 - 07:21:00 WIB
Kisah Toko Hewan Peliharaan yang Bertahan di Tengah Perang Yaman
Dokter hewan Murad Jamal (kanan) sedang merawat seekor anjing di kliniknya di Sanaa, Yaman. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Jamal mengatakan, memiliki hewan peliharaan dalam situasi seperti ini dianggap sebuah kemewahan. Dia sudah menjalankan bisnis hewan peliharaan selama tujuh tahun dan memiliki toko sendiri selama dua tahun.

Perang Yaman sudah bertahun-tahun menemui jalan buntu. Koalisi negara-negara Arab Muslim Sunni pimpinan Arab Saudi dan para sekutu Yaman belum berhasil mengusir kelompok Houthi dukungan Iran dan berkuasa di Sanaa serta di sebagian besar pusat-pusat perkotaan.

Sanaa sendiri menjadi sasaran serangan udara dari koalisi yang mengintervensi perang di Yaman pada 2015 untuk mengembalikan pemerintahan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi yang terusir.

Jamal menuturkan, jumlah konsumen yang membeli berbagai macam makanan hewan turun ketika banyak kedutaan besar asing tutup akibat perang. Para orang asing melarikan diri dengan membawa hewan peliharaan mereka.

Di sebuah negara di mana warganya pernah membeli banyak hewan peliharaan, harga sahabat manusia itu bisa turun hingga setengahnya, meski inflasi meroket.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut