Klaim Pertama di Dunia, Ilmuwan Inggris Uji Coba Vaksin Virus Korona pada Tikus

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 18:24:00 WIB
Klaim Pertama di Dunia, Ilmuwan Inggris Uji Coba Vaksin Virus Korona pada Tikus
Ilustrasi ilmuwan inggris. (FOTO: JAN MARCHAL / AFP)

LONDON, iNews.id - Tim ilmuwan Inggris mengklaim menjadi yang pertama memulai pengujian vaksin virus korona baru terhadap hewan. Saat ini virus korona sudah menewaskan lebih dari 1.000 orang.

Para peneliti di Imperial College London mengatakan, tujuan akhir mereka adalah mendapat cara yang efektif dan aman untuk menghentikan penyebaran virus jenis SARS pada akhir tahun.

"Saat ini kami baru saja memasukkan vaksin yang kami hasilkan dari bakteri ini ke tikus," kata peneliti Imperial College London, Paul McKay, kepada AFP, Selasa (11/2/2020).

"Kami berharap selama beberapa pekan ke depan, kita akan dapat menentukan respons yang dapat kita lihat pada tikus-tikus itu, dalam darah mereka, respons antibodi mereka terhadap virus korona."

Para ilmuwan di seluruh dunia berlomba-lomba mengembangkan cara membasmi wabah virus terkenal itu, yang sudah berhasil diberantas di masa lalu.

Inggris mencatat ada 18 kasus virus korona dan menutup dua cabang pusat medis di Kota Brighton, di mana setidaknya dua anggota staf di sana dinyatakan positif.

Namun, pengembangan vaksin merupakan proses panjang yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun, yang setelah diterapkan pada hewan akan diuji klinis pada manusia.

Regulator kemudian harus memastikan bahwa vaksin tersebut cukup aman dan efektif untuk diproduksi secara massal.

Imperial College London berharap bahwa penelitian tentang virus korona SARS hampir 20 tahun lalu bisa mempercepat proses pengembangan vaksin baru ini.

"Kami berharap menjadi yang pertama memasukkan vaksin khusus ini ke dalam uji klinis manusia, dan itu mungkin adalah tujuan pribadi kami," kata McKay.

"Setelah fase satu percobaan selesai -yang bisa memakan waktu beberapa bulan diselesaikan- kami dapat segera mulai menjadi percobaan pada manusia, yang juga akan memakan waktu beberapa bulan untuk selesai," tutur McKay.

"Jadi, mungkin pada akhir tahun ini akan ada vaksin teruji yang layak untuk digunakan pada manusia."


Editor : Nathania Riris Michico