Kolombia Makin Akrab dengan Israel, Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
TEL AVIV, iNews.id - Kolombia resmi membuka kedutaan besar di Yerusalem, Rabu (14/10/2026), meski bertentangan dengan hukum internasional. Negara itu menjadi yang ke-10 memindahkan kedubesnya seiring pergantian presiden dari Gustavo Petro ke Abelardo de la Espriella.
Nasib Yerusalem harus ditetapkan bersama oleh Palestina, namun Israel mencaplok dan menjadikannya sebagai kota.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengatakan, pembukaan kedubes Kolombia di Yerusalem bukan hanya pengakuan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel, namun juga pengakuan atas kebenaran sejarah yang tidak bisa disangkal oleh siapa pun.
Hal senada disampikan Menlu Kolombia Omar Bula Escobar saat peresmian.
"Hari ini, kita mengambil langkah konkret menuju pemulihan hubungan diplomatik antara negara kita, hubungan yang seharusnya tidak pernah diputus. Israel adalah mitra strategis," kata Escobar, seperti dikutip dari AFP.
De la Espriella membalikkan keputusan Petro yang memutuskan hubungan dengan Israel serta memulihkan kembali perjanjian perdagangan bebas kedua negara.