Komando Pertahanan Udara Amerika Utara Lacak Perjalanan Santa Claus dan Rudal Korut

Anton Suhartono ยท Selasa, 24 Desember 2019 - 14:05 WIB
Komando Pertahanan Udara Amerika Utara Lacak Perjalanan Santa Claus dan Rudal Korut

Aktivitas di NORAD saat Natal 2018 (Foto: AFP)

DENVER, iNews.id - Akhir 2019 menjadi waktu yang sibuk bagi para personel di Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) di Colorado Springs, Colorado, Amerika Serikat (AS). Apalagi setelah Korea Utara mengeluarkan ancaman akan memberikan 'hadiah Natal'.

Tentu saja hadiah Natal yang dimaksud bukan kotak berisi mainan atau barang yang bisa membuat orang senang, melainkan sebaliknya. Korut diyakini kembali menguji coba rudalnya di akhir tahun ini sebagai 'hadiah Natal' bagi AS.

Namun setiap akhir tahun, pekerjaan NORAD tak hanya mendeteksi potensi gangguan keamanan udara dari pihak asing, melainkan melacak perjalanan Santa Claus.

Komando yang berisi personel militer dari AS dan Kanada ini sudah sejak 60 tahun lalu menawarkan pelacakan real time berwujud animasi mengenai perjalanan Santa Claus atau Kris Kringle.

Tujuan program ini untuk membantu anak-anak mengetahui apakah mereka bisa mendapat hadiah dari Santa atau tidak. Tentu saja ini bukan pelacakan sungguhan.

"Karena NORAD melakukan misi utama membela Amerika Utara dari ancaman, kami bangga melanjutkan tradisi melacak perjalanan Santa di seluruh dunia," kata NORAD, dikutip dari Reuters, Selasa (24/12/2019).

Disebutkan, situs web pelacakan NORAD dikunjungi hampir 15 kali oleh warga di lebih dari 200 negara.

NORAD dalam beberapa tahun terakhir melacak uji coba rudal jarak jauh Korut. Pada awal bulan ini, Korut memperingatkan AS tentang kemungkinan adanya 'hadiah Natal'.

Ancaman itu disampaikan setelah pemimpin Korut Kim Jong Un memberikan AS batas waktu sampai akhir tahun untuk mengubah sikap dalam pembicaraan nuklir.

Sementara itu tradisi melacak perjalanan Santa Claus di NORAD dimulai sejak 1955. Latar belakangnya, sebuah department store di Colorado Springs salah mencantumkan nomor telepon Santa dalam iklan di surat kabar. Nahasnya, nomor itu merupakan kantor Komando Pertahanan Udara Kontinental, yang kemudian berubah menjadi NORAD.

Telepon pertama datang dari seorang anak perempuan dan diterima oleh seorang kru Angkatan Udara bernama Harry Shoup.

Sang kolonel tak ingin mengecewakan gadis itu dan meyakinkannya bahwa Santa Claus sedang dalam perjalanan. Sejak itu lebih banyak anak menelepon pusat komando, sehingga militer menambahkan tugas baru kepada para kru setiap menjelang Natal.

Editor : Anton Suhartono