Kombinasi 3 Obat Antivirus Ini Dapat Meringankan Gejala Covid-19, Kata Peneliti
Dia menjelaskan, dengan adanya temuan tersebut, risiko penularan ke tenaga kesehatan dapat dikurangi. Itu karena obat dapat meringankan dampak “pelepasan virus” (viral shedding), yaitu saat ketika virus terdeteksi dan berpotensi menular ke orang lain.
Selama uji coba berlangsung, seluruh pasien mendapatkan perawatan standar sesuai kebutuhan. Di antaranya termasuk pemakaian alat bantu pernapasan (ventilator), alat bantu cuci darah, serta pemberian antibiotik dan kortikostreroid atau obat antiperadangan.
Kowk Yung Yuen mengatakan, temuan itu membawa harapan, tetapi efek tiga obat tersebut masih perlu diuji coba ke pasien dalam jumlah lebih besar dan pasien Covid-19 dengan gejala sakit parah. Sejumlah ahli independen setuju mengakui temuan tersebut, tetapi mereka sepakat studi dengan skala lebih besar dan lebih mendetail dibutuhkan guna memperkuat kesimpulan.
“Hasil penelitian ini membenarkan penambahan interferon beta ke dalam daftar obat yang berbasis penelitian, dan hasil tersebut perlu kembali diuji coba lebih lanjut ke pasien yang dipilih secara acak,” kata Stephen Evans, profesor farmakoepidemiologi London School of Hygiene & Tropical Medicine.
Pengalaman bertahun-tahun mengobati HIV, virus penyebab AIDS, menunjukkan pengobatan terbaik menggunakan kombinasi beberapa obat yang berbeda. “Strategi semacam itu dapat dipraktikkan untuk pasien Covid-19,” kata dia.
Editor: Ahmad Islamy Jamil