Komedian Rusia Kabur usai Lontarkan Ujaran Kebencian Agama dan Kritik Putin

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 09:57 WIB
Komedian Rusia Kabur usai Lontarkan Ujaran Kebencian Agama dan Kritik Putin

Komedian Aleksandr Dolgopolov. (FOTO: doc. Youtube)

MOSKOW, iNews.id - Alexander Dolgopolov, seorang komedian Rusia, membawa materi komedi bernada ujaran kebencian agama dan antipemerintah saat mengisi acara standup comedy di Teater Saint Petersburg. Polisi setempat langsung turun tangan dan menyelidiki materi komedi Dolgopolov.

Namun bukannya bersikap kooperatif, Dolgopolov dikabarkan kabur dari Rusia. Pengacara Dolgopolov, Leonid Solovyoy mengatakan bahwa kliennya tidak akan kembali ke Rusia hingga situasinya aman untuk dia kembali.

"Alexander Dolgopolov tidak akan kembali ke Rusia sampai situasinya menjadi lebih jelas," ujar Solovyov, seperti dilaporkan AFP, Jumat (24/1/2020).

Di media sosial, Dolgopolov memposting pesan di Instagram pribadinya yang mengatakan 'Kami telah tiba! Kami aman!'.

Dalam foto itu, menunjukkan dia berdiri di depan grafiti yang menggambarkan Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun, dalam foto itu tidak memberi tahu lokasi keberadaanya.

Solovyov mengatakan dia tidak tahu pasti apa yang memicu penyelidikan polisi terhadap acara komedi yang saat ini diselidiki.

"Yang pasti polisi tertarik pada acaranya," katanya.

Media Rusia melaporkan, polisi mendapat pengaduan dari warga Moskow yang mengaku tersinggung dengan materi Dolgopolov. Solovyov mengatakan dia belum menerima keluhan seperti itu.

Untuk diketahui, Rusia memiliki hukum kontroversial yang memberlakukan hukuman penjara dan denda bagi mereka yang menyinggung agama.

Kasus ini bermula ketika salah satu acara yang disiarkan di Youtube, membuat lelucon tentang nama anak laki-laki yang berasal dari bangsa Slavia bernama Bogdan yang memiliki makna hadiah dari Tuhan. Dolgopov lantas melontarkan lelucon bahwa Bunda Maria seharusnya memberi Yesus nama Bogdan sebagai gantinya.

Standup comedy Dolgolopov direkam di sebuah bar di Saint Petersburg pada Februari tahun lalu dan sudah ditonton lebih dari 2,7 juta kali. Dari pernyaataan itulah yang membuat Dolgolopov dilaporkan ke polisi.

Tak hanya itu, dalam acara standup comedy-nya, Dolgolopov juga menyampaikan kritik keras anti-Presiden Rusia Vladimir Putin. Salah satu pernyataan yang dipermasalahkan adalah menyebut sang presiden memerintahkan pendukung setianya agar bersedia melompat ke lava vulkanik demi Putin.

Dolgopolov mengaku takut namun tidak terkejut atas penyelidikan ini. Bahkan, dia mengatakan saat ini seluruh negara mencarinya.

"Dua tahun lalu yang mengejar saya adalah preman desa. Sekarang seluruh negara mengejar saya, wow!" kata dia bercanda, dalam akun Instagramnya.

Editor : Nathania Riris Michico