Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Tank Mulai Dikerahkan di Garis Depan
BANGKOK, iNews.id – Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja memasuki babak baru yang lebih brutal dan berbahaya. Pada Jumat (25/7/2025), pasukan darat dari kedua negara mulai dikerahkan secara masif, termasuk penggunaan tank dan kendaraan tempur berat di sepanjang wilayah sengketa perbatasan.
Hingga hari kedua pertempuran, bentrokan bersenjata belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, eskalasi meningkat tajam dengan keterlibatan peralatan militer berat dari kedua belah pihak.
Tank-Tank Mulai Dikerahkan
Menurut laporan militer Thailand, pasukan daratnya mulai bergerak menggunakan tank dan kendaraan lapis baja untuk menahan gempuran artileri dan roket Kamboja. Hal serupa juga terjadi di pihak Kamboja yang terlihat mengerahkan sistem roket BM-21 dan senjata berat lainnya ke area garis depan.
Pertempuran berlangsung di sedikitnya enam titik panas, termasuk di sekitar dua kuil kuno yang menjadi bagian dari sengketa teritorial.
“Saya tinggal sangat dekat dengan perbatasan. Kami takut karena mereka mulai menembak lagi sekitar pukul 6,” ujar Pro Bak (41), warga Kamboja yang mengungsi bersama keluarganya ke sebuah kuil Buddha.
Suara dentuman artileri terdengar dari dalam rumahnya, tanda bahwa medan perang sudah sangat dekat ke pemukiman sipil.
Korban Tewas Meningkat, Ratusan Ribu Mengungsi
Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa korban tewas telah mencapai 14 orang, terdiri atas 13 warga sipil dan 1 prajurit. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring intensitas pertempuran yang meningkat.
Lebih dari 100.000 warga sipil dari empat provinsi perbatasan Thailand telah dievakuasi ke hampir 300 tempat penampungan darurat. Kementerian Dalam Negeri menyebutkan bahwa seluruh aparat darurat kini siaga penuh untuk menangani lonjakan pengungsi.
Sementara itu, pemerintah Kamboja belum membuka data korban dari pihak mereka. Namun media lokal Khmer Times mengabarkan bahwa militer Kamboja masih aktif melancarkan serangan pada Jumat pagi, mengindikasikan bahwa korban dari pihak mereka kemungkinan juga signifikan.